Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan, Rokok Ilegal yang Ditindak Naik 125,8%

Author: Redaksi Android62

Pemerintah menegaskan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tidak akan dibubarkan setelah melihat perbaikan kinerja di dalam institusi tersebut. Salah satu indikatornya ialah penindakan rokok ilegal yang mencapai 684 juta batang atau meningkat 125,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pengawasan yang lebih ketat mulai mempersempit peredaran barang selundupan. Penindakan narkotika juga tercatat meningkat menjadi 522 kasus, naik 10,8% secara tahunan.

Biaya Penyelundupan Dibuat Lebih Mahal

Pemerintah mengubah pendekatan penindakan dengan tidak hanya menyita barang ilegal. Kendaraan yang digunakan untuk mengangkut barang selundupan kini turut ditahan hingga proses hukum selesai.

Purbaya menyatakan kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan risiko bagi pelaku pelanggaran. “Saya tahan betul supaya cost untuk melakukan praktik ilegal menjadi mahal,” ujarnya.

Menurut dia, truk dan kendaraan pengangkut barang ilegal kini banyak ditahan di kantor Bea Cukai di berbagai daerah. Kebijakan itu diharapkan membuat aktivitas penyelundupan berkurang secara signifikan karena pelaku menanggung kerugian yang lebih besar.

Jenis Penindakan Realisasi Perubahan Tahunan
Rokok ilegal 684 juta batang Naik 125,8%
Kasus narkotika 522 kasus Naik 10,8%

Penerimaan Mulai Kembali Tumbuh

Perbaikan pengawasan berjalan bersamaan dengan pemulihan penerimaan Bea Cukai pada April 2026. Berdasarkan data Kementerian Keuangan yang dikutip Liputan6.com, realisasi penerimaan bea dan cukai hingga April mencapai Rp100,6 triliun dan tumbuh 0,6%.

Kinerja penerimaan sempat tertekan pada tiga bulan pertama tahun ini. Kontraksi tahunan terjadi pada Januari, Februari, dan Maret sebelum pertumbuhan kembali tercatat pada April.

Periode Realisasi atau Pertumbuhan Keterangan
Januari 2026 Minus 14% Kontraksi tahunan
Februari 2026 Minus 14,7% Kontraksi tahunan
Maret 2026 Minus 12,6% Masih tertekan
April 2026 Rp100,6 triliun, tumbuh 0,6% Pertumbuhan kembali positif

Capaian hingga April itu dibandingkan dengan realisasi Rp67,9 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Purbaya sebelumnya menyebut perbaikan penerimaan menjadi tanda pegawai Bea Cukai mulai lebih serius menjalankan tugasnya.

Perombakan Pimpinan dan Pengawasan

Purbaya mengatakan pembenahan lembaga didorong melalui perombakan jajaran pegawai dan pimpinan. Dalam konferensi pers APBN Kita di Kementerian Keuangan pada Selasa, 21 Juli 2026, ia menyebut kemajuan Bea Cukai sudah sangat baik.

“Kita sudah kocok ulang pegawai-pegawai di sana dan sekarang yang di pucuk-pucuk pimpinan sudah orang-orang yang relatif lebih baik,” kata Purbaya. Ia menegaskan pimpinan di tingkat atas memahami tuntutan untuk menjaga perbaikan kinerja.

“Mereka tahu kalau mereka tidak baik mereka akan dibubarkan,” ujar Purbaya. Menurut dia, penerimaan Bea Cukai telah tumbuh lebih dari 6% dan mendekati 7%, sementara peredaran barang selundupan serta rokok ilegal mulai berkurang.

Pengawasan di pelabuhan dan bandara turut diperketat untuk mempersempit ruang penyelundupan. Langkah tersebut membantu pengungkapan lebih banyak perkara, termasuk kasus penyelundupan emas ilegal.

Penilaian Presiden Prabowo

Purbaya menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah melihat perbaikan signifikan di lingkungan Bea Cukai. Wacana pembubaran yang sebelumnya pernah disampaikan Presiden kini bergeser menjadi dorongan agar lembaga itu terus dibenahi.

“Kalau dulu beliau bilang bubarkan, sekarang beliau mengatakan Bea Cukai bisa diperbaiki dan harus bisa diperbaiki,” kata Purbaya. Presiden juga disebut menilai jajaran Bea Cukai kini mulai lebih berhati-hati terhadap penyimpangan setelah menerima laporan mengenai perbaikan kinerja pegawai.

Source: www.liputan6.com
Berita Terbaru