Beachster dan Simba menunjukkan sampai sejauh mana Paco Motorsports mau mendorong Mazda MX-5 keluar dari karakter aslinya. Dua mobil itu bukan lagi roadster ringan yang lincah di tikungan, melainkan Miata yang dipaksa siap menghadapi medan rusak, pasir, dan jalur berat dengan tampilan yang membuat banyak SUV terlihat terlalu biasa.
Keduanya dibangun dari pendekatan yang sama, tetapi diarahkan untuk kebutuhan yang berbeda. Beachster disiapkan untuk pelanggan di U.S. Virgin Islands, sementara Simba dibuat dengan target yang lebih keras di Tanzania dan diposisikan sebagai kendaraan harian untuk lingkungan gurun.
Di balik proyek ini, Paco Motorsports tidak bekerja hanya pada satu generasi Miata. Sebelumnya, perusahaan itu juga meracik NA Miata dengan gaya yang mendekati rally raid, lalu menerapkan ide yang lebih ekstrem pada generasi ND lewat Beachster dan Simba. Hasilnya adalah dua proyek one-off yang membawa MX-5 ke wilayah yang jauh dari citra aslinya.
Wajah yang langsung berubah fungsi
Secara tampilan, kedua mobil ini hampir tidak menyisakan kesan roadster santai. Paco memasang fender flare dari baja, bumper tubular dengan recovery hooks, dan lampu LED tambahan di bagian depan untuk mendukung penggunaan di luar aspal.
Ubahan lain juga dibuat dengan fungsi ganda. Side skirt ikut berperan sebagai rock slider, sementara bagian belakang mendapat rak khusus yang menegaskan arah petualang dari mobil ini.
Meski begitu, Paco tetap memberi sentuhan yang lebih sporty. Kap dibuat berventilasi, ada lip spoiler, mesh ditempatkan di antara lampu belakang, dan knalpot ganda center-exit tetap dipertahankan.
Bukan sekadar gaya, tapi juga sasis
Perubahan terbesar justru berada di bawah bodi. Paco menaikkan ground clearance, memasang shock FOX, lalu menggunakan pegas khusus untuk memaksimalkan travel suspensi.
Ban standar MX-5 juga diganti dengan ban all-terrain yang lebih tebal. Pada Beachster, ubahannya bahkan menyentuh wheelbase yang dipanjangkan agar konfigurasi belakang staggered bisa diakomodasi.
Efeknya jelas mengubah karakter berkendara. Mobil menjadi jauh lebih siap meninggalkan jalan utama, meski konsekuensinya adalah body roll yang lebih besar, akselerasi yang menurun, dan konsumsi bahan bakar yang ikut terdampak.
Mesin tetap sederhana, tetapi respons dipertajam
Di balik tampilan ekstrem itu, Beachster dan Simba masih memakai mesin 2.0 liter naturally aspirated. Paco tidak mengubahnya menjadi lebih kompleks, melainkan menyetel ulang agar respons throttle terasa lebih cepat.
Perusahaan itu juga mengganti limited-slip differential dengan unit dari Fiat 124 Abarth. Komponen tersebut memakai final drive yang lebih pendek dibandingkan milik Mazda, sehingga mobil terasa lebih siap menghadapi kondisi berat.
Basis kedua proyek ini sama, yakni MX-5 RF dengan atap hard top lipat. Perbedaan kabin dibuat lewat pilihan warna, dengan interior hitam pada Beachster dan trim tan pada Simba.
Dibangun lintas negara untuk medan yang berbeda
Beachster dirakit di fasilitas Paco di Northern Kentucky. Simba mengambil jalur yang lebih tidak biasa, karena komponen dikirim dalam peti ke Dubai sebelum dirakit oleh bengkel lokal dengan panduan jarak jauh dari tim Kentucky.
Skema itu terdengar rumit untuk sebuah Miata one-off, tetapi selaras dengan tujuan mobilnya. Untuk kendaraan yang diproyeksikan hidup di wilayah panas dan berat, model pengerjaan seperti itu justru terasa masuk akal.
Beachster sendiri sudah dianggap semacam legenda lokal di pulau tempat mobil itu digunakan. Pemiliknya adalah warga lama yang menginginkan sesuatu yang istimewa untuk membawa sampah mingguan ke tempat pengumpulan, lalu pulang dengan membawa satu krat minuman.
Paco Motorsports menilai ground clearance ekstra membuat Beachster cocok untuk kontur St. Thomas yang terjal dan sulit. Di atas kertas, ini memang Miata yang dipaksa bekerja seperti kendaraan utilitas kecil, tetapi dengan karakter yang jauh lebih nyentrik.
Harga untuk dua proyek one-off tersebut belum diungkap. Sebagai pembanding, program off-road MX-5 NA milik Paco menawarkan Offroadster kit mulai dari $4,999 dan Conqueror kit seharga $7,999, tanpa termasuk donor car.
Source: www.carscoops.com