Beckham Putra menambah pencapaian di luar lapangan setelah resmi meraih gelar sarjana Ilmu Pemerintahan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Jenderal Achmad Yani atau Unjani. Kelulusan itu menjadi perhatian karena terjadi di tengah padatnya agenda sebagai pemain Persib Bandung dan Timnas Indonesia.
Di usia 24 tahun, Beckham menuntaskan pendidikan tinggi di saat ritme hidupnya terus dipenuhi latihan, pertandingan, dan perjalanan tandang. Situasi tersebut membuat momen wisuda ini terasa istimewa, sebab proses akademik harus dijalani bersamaan dengan tanggung jawab profesional yang tidak ringan.
Skripsi yang Memanjang karena Jadwal Tim
Penyelesaian tugas akhir Beckham tidak berlangsung singkat. Mobilitas tinggi sebagai pemain Persib, terutama saat tim menjalani laga tandang ke luar kota, membuat proses bimbingan skripsi berjalan lebih lama dari perkiraan.
Penyesuaian jadwal menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya. Bimbingan dengan dosen pembimbing harus dilakukan secara fleksibel karena latihan tim, pemulihan fisik, dan pertandingan tidak bisa ditinggalkan.
Disiplin di Tengah Tuntutan Karier
Bagi Beckham, kelulusan ini bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga soal kedisiplinan dalam membagi waktu. Ia menilai proses menuju wisuda menguji ketekunan sekaligus komitmen yang harus dijaga terus-menerus sebagai atlet profesional.
Ia sempat menyampaikan rasa leganya setelah melalui proses panjang tersebut. “Alhamdulillah wisuda hari ini berjalan lancar, ini penantian panjang juga buat saya apalagi tidak mudah buat saya di tengah kesibukan sebagai pemain,” ujar Beckham usai diwisuda, dikutip dari detikJabar.
Tetap Konsisten di Persib dan Timnas
Nama Beckham Putra memang lekat dengan Persib Bandung, dan dalam beberapa waktu terakhir ia juga lebih sering masuk daftar pemain Timnas Indonesia. Kondisi itu membuat intensitas kegiatannya semakin padat, tetapi pendidikan formal tetap ia jalani.
Perjalanan Beckham menunjukkan bahwa atlet profesional masih dapat menyelesaikan studi tinggi selama mampu menjaga ritme dan fokus. Komitmen antara latihan, pertandingan, dan kewajiban akademik menjadi kunci agar semuanya berjalan seimbang.
Urutan perjalanan akademik Beckham dapat dirangkum sebagai berikut:
- Tetap aktif menjalani latihan dan pertandingan bersama Persib Bandung.
- Menyesuaikan jadwal bimbingan skripsi dengan agenda tandang tim.
- Memilih topik penelitian yang dekat dengan lingkungan tempat tinggal.
- Menuntaskan tugas akhir hingga dinyatakan lulus dari Unjani.
Pilihan topik skripsinya juga menjadi perhatian karena berkaitan dengan kecamatan tempat ia tinggal. Hal itu memperlihatkan bahwa tugas akhir Beckham tetap bersentuhan dengan persoalan pemerintahan dan lingkungan sosial yang akrab dalam kesehariannya.
Masih Terbuka untuk Jenjang Lebih Tinggi
Setelah resmi menyandang gelar sarjana, Beckham tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Rencana itu masih berupa harapan, namun peluangnya tetap terbuka jika keadaan mendukung.
“InsyaAllah, kalau sesuai rencana mau lanjut S2. Ya pokoknya buat teman-teman atlet yang sedang berkuliah sekarang, semangat,” kata Beckham. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa ia masih menaruh perhatian pada pendidikan jangka panjang di tengah karier sepak bola yang terus berjalan.
Pada momen wisuda yang sama, Bupati Bandung Jeje Ritchie Ismail juga ikut diwisuda dari jurusan Ilmu Pemerintahan Unjani. Kehadiran dua figur publik dalam satu acara memberi perhatian lebih pada wisuda tersebut, sekaligus menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi ruang penting bagi berbagai kalangan, termasuk atlet dan pejabat publik.
Source: www.cnnindonesia.com