Bekal Lengkap Di Harga Rp105 Jutaan, Nissan Grafit 2026 Siap Mengganggu Calya Dan Sigra

Nissan Grafit 2026 langsung menarik perhatian karena harga awalnya dipasang mulai 5,65 lakh rupee atau setara Rp105 jutaan untuk 1.001 konsumen pertama. Posisi harga itu membuatnya masuk ke area yang sangat sensitif di segmen MPV keluarga murah, sekaligus memberi tekanan tersendiri bagi nama-nama yang sudah lebih dulu kuat di kelas ini.

Daya tariknya tidak hanya datang dari banderol awal. Nissan juga menyiapkan sejumlah insentif untuk 5.000 pemesan pertama, mulai dari gratis perawatan lima tahun, bantuan pembiayaan, hingga program upgrade kendaraan.

Ada pula edisi peluncuran terbatas sebanyak 1.001 unit. Varian ini mendapat tambahan fitur seperti audio JBL, ambient lighting, dan dashcam dual channel, sehingga paket awal Grafit terasa lebih padat untuk ukuran MPV murah.

Mesin kecil, fokus efisiensi

Di balik kap mesin, Nissan Grafit 2026 memakai mesin 1.0 liter naturally aspirated tiga silinder. Tenaganya mencapai 72 daya kuda dengan torsi 96 Nm, lalu dipadukan dengan pilihan transmisi manual lima percepatan dan AMT.

Arah pengembangannya jelas mengutamakan kebutuhan harian. Nissan menempatkan efisiensi dan kemudahan berkendara sebagai nilai utama, bukan performa tinggi.

Soal konsumsi bahan bakar, Grafit juga membawa angka yang cukup menonjol di kelasnya. Varian manual dikabarkan mampu mencatat 19,3 kilometer per liter, sedangkan versi AMT disebut mencapai 19,6 kilometer per liter.

Nissan juga disebut tengah menyiapkan opsi CNG dual silinder untuk varian manual. Jika hadir, opsi ini akan menambah daya tarik bagi konsumen yang ingin biaya operasional lebih rendah.

Kabin tujuh penumpang dan tampilan yang dibuat modern

Grafit dibangun di atas platform yang sama dengan Renault Triber. Basis itu membantu menekan biaya produksi karena tingkat lokalisasinya tinggi, sekaligus mendukung format tujuh penumpang yang menjadi andalan utama mobil ini.

Dimensinya mencakup panjang 3.987 mm, lebar 1.734 mm, tinggi 1.644 mm, dan wheelbase sekitar 2.636 mm. Ground clearance 182 mm membuatnya terasa cocok untuk kondisi jalan di negara berkembang.

Bentuk bodinya dibuat tinggi dan tegap agar ruang kabin tetap optimal. Di bagian luar, Nissan memberi sentuhan modern lewat lampu LED berbentuk C, grille besar, bumper berotot, roof rail, serta pelek alloy.

Bagian belakangnya juga dibuat tegas dengan lampu LED berdesain khas. Meski berbagi kedekatan dengan Renault Triber, fascia dan sisi bodi Grafit mendapat kesan yang lebih sporty.

Fitur kabin dan keselamatan yang cukup lengkap

Masuk ke dalam, Grafit menawarkan pengaturan tujuh penumpang dengan bangku baris kedua yang bisa digeser dan direbahkan. Lantai kabin yang cenderung rata turut membantu memberi ruang kaki yang lebih lega.

Dashboard dibuat sederhana, tetapi tetap fungsional dengan kontrol AC model fisik dan banyak ruang penyimpanan. Pada varian tertinggi, Nissan menambahkan layar infotainment 8 inci dan panel instrumen digital 7 inci.

Varian bawah masih memakai panel instrumen standar. Meski begitu, daftar fiturnya tetap kuat untuk kelas ini karena sudah mencakup koneksi smartphone, cruise control, lampu otomatis, wiper otomatis, push start button, ventilasi AC belakang, wireless charger, sensor parkir, kamera mundur, dan connected car.

Dari sisi keselamatan, Nissan membekali Grafit dengan enam airbags. Mobil ini juga membawa electronic stability control, ABS dengan EBD, hill start assist, dan tire pressure monitoring system atau TPMS.

Kombinasi itu membuat Grafit tampil kompetitif di segmen MPV murah yang selama ini dikuasai pemain mapan. Nissan sendiri bukan nama baru di pasar MPV Indonesia, karena sebelumnya pernah hadir lewat Serena, Grand Livina, dan Livina X-Gear sebelum mencoba kembali ke kelas mobil keluarga terjangkau.

Berita Terkait