Lintasan uji di Cibitung, Bekasi, kini membuat pengujian kendaraan bermotor di Indonesia naik kelas. Di fasilitas ini, mobil bisa melaju sampai 250 kilometer per jam di jalur lurus yang dibuat mendekati kebutuhan pengujian nyata.
Perubahan tersebut memberi ruang bagi Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor atau BPLJSKB untuk menjalankan pengujian dinamis yang lebih lengkap. Hasilnya, penilaian kendaraan tidak lagi hanya bertumpu pada metode statis di laboratorium.
Lintasan cepat yang jadi pusat perhatian
Salah satu andalan di proving ground Bekasi adalah high speed oval track sepanjang sekitar 3,5 kilometer. Lintasan berbentuk oval ini dipakai untuk menguji kendaraan dalam kecepatan tinggi dengan kondisi yang lebih realistis.
Kepala BPLJSKB Iman Sukandar menjelaskan, kendaraan dapat dipacu sampai 250 kilometer per jam di bagian lurus. Saat masuk tikungan, kecepatan pengujian berada di kisaran 120 sampai 150 kilometer per jam.
Dengan karakter seperti itu, pengujian bisa melihat stabilitas kendaraan, kemampuan manuver, dan respons komponen keselamatan saat mobil bergerak kencang. Artinya, yang dinilai bukan hanya angka performa, tetapi juga perilaku kendaraan saat menerima beban kerja yang berat.
Mengacu pada standar internasional
BPLJSKB sendiri merupakan unit pelaksana teknis yang bertugas melakukan pengujian dan sertifikasi kendaraan bermotor. Fungsinya adalah memastikan kendaraan memenuhi standar keselamatan dan laik jalan sebelum digunakan di jalan raya.
Menurut Iman, proving ground Bekasi menggunakan standar dan metodologi pengujian berdasarkan UN Regulation. Acuan ini dipakai secara internasional dan sudah berlaku di banyak negara.
Saat ini, fasilitas tersebut mampu mengakomodasi 17 UN Regulation. Dalam praktiknya, pengujian dilakukan melalui berbagai track atau lintasan uji yang disesuaikan dengan kebutuhan kendaraan yang diperiksa.
Tak hanya untuk kecepatan tinggi
Selain lintasan cepat, fasilitas Bekasi juga memiliki sarana indoor dan outdoor untuk mendukung metode pengujian lain. Salah satunya adalah low friction braking track yang digunakan untuk mengukur efektivitas pengereman di permukaan dengan daya cengkeram rendah.
Lintasan itu memiliki beberapa jenis permukaan, termasuk aspal dan basalt tile dengan koefisien gesek yang sangat rendah. Kondisi tersebut dibuat agar pengujian rem lebih mendekati karakter jalan tertentu yang bisa ditemui di Indonesia.
Pendekatan ini penting karena respons kendaraan di jalan licin tidak selalu sama dengan kondisi ideal. Dari pengujian semacam ini, sistem keselamatan bisa dinilai lebih menyeluruh sebelum kendaraan dinyatakan laik jalan.
Kapasitas uji nasional yang makin kuat
Sebelum proving ground baru hadir, BPLJSKB sudah memiliki sejumlah fasilitas pengujian yang mengacu pada standar nasional. Namun, kehadiran lintasan baru membuat kemampuan uji menjadi lebih dinamis dan lebih kompleks.
Iman menyebut penambahan proving ground dalam sekitar satu tahun terakhir membuat fasilitas pengujian di Bekasi terasa lebih modern. Pengujian kini bisa dilakukan dalam skenario berkendara yang lebih mendekati keadaan nyata di lapangan.
Dokumentasi proyek menunjukkan seluruh fasilitas utama pengujian kendaraan bermotor telah terbangun. Validasi fasilitas itu disebut memenuhi standar internasional berdasarkan hasil pengujian dan penilaian oleh konsultan global Applus IDIADA dari Spanyol.
Dengan high speed oval track, low friction braking track, serta fasilitas pendukung lainnya, proving ground Bekasi kini memegang peran besar dalam ekosistem uji kendaraan nasional. Infrastruktur ini memperkuat proses sertifikasi sebelum kendaraan benar-benar masuk dan digunakan di jalan raya.
