Bekicot Bisa Dibudidayakan Di Lahan Kecil, Kuncinya Teduh, Lembap, Dan Bersih

Budidaya bekicot di belakang rumah tidak selalu membutuhkan lahan luas. Selama tempatnya teduh, lembap, dan bersih, kolam mini tetap bisa dijalankan dengan cukup baik.

Kondisi lingkungan menjadi penentu utama, karena bekicot sangat sensitif terhadap panas berlebih dan hembusan angin kencang. Area di bawah pohon, sudut belakang rumah, atau sisi tembok yang tidak terkena matahari langsung lebih sesuai untuk menjaga aktivitas makan dan pertumbuhannya.

Suhu yang mendukung berada di kisaran 25–30°C. Kelembapan juga perlu dijaga tinggi, sekitar 80–95%, agar bekicot tidak mudah stres dan tidak cepat mengering.

Wadah tidak harus rumit

Untuk skala rumahan, wadah budidaya bisa dibuat sederhana. Drum bekas, ember besar, kotak kayu, bak semen, bahkan lubang tanah dapat dipakai selama kebutuhan dasar bekicot tetap terpenuhi.

Wadah yang berupa kandang kayu atau bak buatan sebaiknya berukuran minimal 1×1 meter. Jika memakai galian tanah, kedalaman sekitar 1 meter dinilai memadai, asalkan lokasi tetap teduh dan tidak mudah tergenang.

Bagian atas wadah perlu diberi kawat kasa atau penutup sederhana. Tujuannya agar bekicot tidak keluar dan tetap terlindungi dari hewan predator.

Media tanah ikut menentukan hasil

Dasar kolam sebaiknya dilapisi tanah subur setebal sekitar 30 cm. Tanah bisa dicampur kompos atau bahan organik supaya nutrisinya lebih baik dan teksturnya tetap gembur.

Media yang terlalu padat akan menyulitkan bekicot bergerak dan bersembunyi. Tanah berpasir atau terlalu asam juga tidak disarankan karena dapat mengganggu pertumbuhan cangkang.

Cacing tanah bisa ditambahkan untuk membantu menjaga kebersihan media dan memperbaiki sirkulasi udara di dalam tanah. Dengan media yang tepat, bekicot lebih mudah beraktivitas dan lingkungan kolam tetap stabil.

Indukan dan pakan perlu diperhatikan

Jenis bekicot yang cocok untuk diternakkan antara lain Achatina fulica dan Achatina variegata. Indukan yang baik biasanya aktif, tidak cacat, cangkangnya utuh, beratnya sekitar 75–100 gram, dan panjang cangkang 6–7 cm.

Indukan bisa didapat dari alam liar maupun dari peternak. Namun, pembelian dari peternak dinilai lebih aman karena biasanya sudah melalui proses seleksi.

Bekicot tidak terlalu pilih-pilih makanan. Sayuran hijau seperti kangkung, bayam, sawi, mentimun, daun pepaya, hingga buah-buahan sisa yang masih layak dapat diberikan sebagai pakan.

Semua pakan perlu dicuci terlebih dahulu agar bebas pestisida dan kotoran. Untuk anakan, dedak halus dan sedikit sumber kalsium juga dibutuhkan supaya pembentukan cangkang berjalan baik.

Perawatan harian jangan diabaikan

Bekicot aktif makan hampir sepanjang waktu, sehingga pakan perlu diberikan rutin. Kebersihan kolam juga harus dijaga agar pertumbuhan tidak terganggu dan kondisi ternak tetap sehat.

Sisa pakan dan kotoran perlu dibuang secara berkala, idealnya setiap satu hingga dua minggu sekali. Pemantauan suhu dan kelembapan juga penting dilakukan terus-menerus agar lingkungan tidak berubah terlalu jauh.

Penyemprotan air dapat membantu menjaga kelembapan, terutama saat cuaca panas. Meski begitu, air yang mengendap harus dihindari karena genangan bisa memicu jamur dan bakteri di dalam kolam.

Saat bekicot bertelur, indukan sebaiknya dipisahkan supaya telur dan anakan bisa berkembang tanpa gangguan. Penanganan juga perlu dilakukan dengan lembut, terutama pada bekicot yang masih kecil, dan bagian cangkangnya tidak dianjurkan untuk digenggam langsung.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer