Belanja modal empat raksasa teknologi, yakni Alphabet, Microsoft, Amazon, dan Meta, diperkirakan mencapai 725 miliar dollar AS sepanjang tahun ini. Nilainya bahkan diproyeksikan mendekati 900 miliar dollar AS pada 2027, sehingga investor semakin menuntut kepastian bahwa investasi AI dapat menghasilkan laba.
Besarnya angka tersebut mengubah cara pasar memandang perlombaan kecerdasan buatan. Investor tidak lagi hanya menilai besarnya permintaan layanan AI, melainkan juga kemampuan perusahaan mengubah permintaan itu menjadi pendapatan jangka panjang.
Musim laporan keuangan menjadi perhatian
Ujian berikutnya akan datang melalui laporan keuangan perusahaan teknologi besar dalam beberapa pekan mendatang. Kinerja mereka akan menjadi indikator penting untuk melihat seberapa cepat belanja pusat data, layanan cloud, perangkat lunak, dan chip AI memberi hasil.
| Perusahaan | Jadwal Laporan Keuangan | Peran dalam Ekosistem AI |
|---|---|---|
| Alphabet dan Tesla | Akhir Juli 2026 | Pusat data, layanan digital, dan teknologi AI |
| Microsoft, Meta, Apple, dan Amazon | Pekan berikutnya | Cloud, perangkat lunak, perangkat, dan infrastruktur AI |
| Nvidia | Bulan berikutnya | Chip untuk AI dan pusat data |
Alphabet dan Tesla dijadwalkan membuka musim laporan keuangan pada akhir Juli 2026. Microsoft, Meta, Apple, dan Amazon menyusul pada pekan berikutnya, sedangkan Nvidia akan melaporkan kinerja pada bulan setelahnya.
Jadwal itu diperhatikan karena perusahaan-perusahaan tersebut berada di pusat ekspansi infrastruktur AI. Mereka membangun kapasitas komputasi yang mahal untuk menopang peningkatan kebutuhan pusat data dan layanan cloud.
Tekanan saham memperbesar keraguan
Keraguan pasar sudah terlihat dalam pergerakan saham teknologi dan semikonduktor selama beberapa pekan terakhir. Philadelphia Semiconductor Index atau SOX merosot 10 persen dalam sepekan, penurunan terburuk sejak April 2025.
| Indeks | Perubahan Sepekan | Keterangan |
|---|---|---|
| Philadelphia Semiconductor Index (SOX) | Turun 10 persen | Penurunan terburuk sejak April 2025 |
| Nasdaq 100 | Turun 4,1 persen | Didominasi emiten teknologi |
| S&P 500 | Turun 1,6 persen | Melacak 500 perusahaan publik terbesar di AS |
Nasdaq 100 turun 4,1 persen pada periode yang sama, sementara S&P 500 melemah 1,6 persen. Penurunan ini menunjukkan tekanan tidak hanya terjadi pada pembuat chip, tetapi juga pada kelompok saham teknologi berkapitalisasi besar.
Jake Seltz, analis Allspring Global Investments, mengatakan investor mulai tidak nyaman dengan skala belanja AI perusahaan teknologi. Menurutnya, pasar juga mengkhawatirkan kemungkinan terbentuknya gelembung di sektor tersebut.
Valuasi mulai disesuaikan
Perubahan sikap investor turut tercermin pada valuasi Bloomberg Magnificent Seven, yang mencakup Apple, Microsoft, Nvidia, Alphabet, Amazon, Meta, dan Tesla. Kelompok saham itu kini diperdagangkan sekitar 24 kali estimasi laba 12 bulan ke depan.
Rasio tersebut turun dari sekitar 33 kali pada Oktober tahun lalu. Penurunan valuasi mengindikasikan pasar tidak lagi memberikan premi setinggi sebelumnya terhadap prospek pertumbuhan perusahaan teknologi terbesar.
Tekanan juga menjalar kepada produsen chip yang sebelumnya menikmati lonjakan permintaan dari pembangunan pusat data AI. TSMC dan ASML memang masih menaikkan proyeksi pendapatan tahunan, tetapi daya tahan permintaan chip AI dalam jangka panjang mulai dipertanyakan.
Meski demikian, Seltz menilai kebutuhan layanan cloud masih jauh lebih tinggi daripada kapasitas yang tersedia. Kondisi itu membuka peluang investasi AI terus bertambah, walaupun pasar dapat tetap bergejolak.
“Siklus AI belum selesai. Masih ada beberapa tahun lagi potensi pertumbuhan yang kuat, meski volatilitas pasar akan terus muncul dari waktu ke waktu,” kata Seltz.







