Belarus Tawarkan Teknologi ke Indonesia, Dorongan Baru untuk Kemandirian Industri

Author: Redaksi Android62

Belarus membuka peluang kerja sama yang tidak hanya berputar pada perdagangan, tetapi juga pada penguasaan teknologi untuk mendukung kemandirian industri Indonesia. Presiden Belarus Alexander Lukashenko menegaskan bahwa negaranya siap membantu Indonesia memproduksi lebih banyak barang di dalam negeri dengan teknologi sendiri.

Pernyataan itu disampaikan Lukashenko dalam keterangan pers bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, ia menempatkan teknologi sebagai inti dari hubungan ekonomi yang ingin dibangun bersama Indonesia.

Fokus kerja sama bergeser ke teknologi

Lukashenko menyebut Belarus memiliki produk dan teknologi yang bisa melengkapi kebutuhan Indonesia sebagai salah satu ekonomi terbesar di dunia. Ia juga melihat ruang untuk memperluas hubungan dagang kedua negara masih terbuka lebar.

Namun, ia menekankan bahwa nilai kerja sama tidak berhenti pada besarnya volume perdagangan. Menurut dia, kerja sama teknologi akan memberi dampak yang lebih besar bagi agenda industrialisasi Indonesia.

Pokok Dukungan Belarus Fokus Makna bagi Indonesia
Produk dan teknologi Belarus Melengkapi kebutuhan Indonesia Membuka peluang kerja sama yang lebih luas
Transfer pengetahuan dan teknologi Penguatan kemampuan industri Mendorong produksi dalam negeri
Kemitraan jangka panjang Manfaat berkelanjutan Tidak hanya sebatas transaksi dagang

Kemandirian industri menjadi sasaran utama

Dalam penjelasannya, Lukashenko mengaitkan tawaran itu dengan gagasan kemandirian industri nasional. Ia mengatakan Indonesia ingin memproduksi lebih banyak barang di dalam negeri dengan memanfaatkan teknologi sendiri.

Menurut dia, Belarus siap menjadi mitra untuk membantu penguasaan teknologi tersebut. Arah kerja sama itu disebut sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk memperkuat kapasitas produksi domestik dan mengurangi ketergantungan pada pihak luar.

“Anda ingin agar Indonesia sebagai suatu negara dapat semaksimal mungkin memproduksi sendiri dengan menggunakan teknologinya sendiri. Itulah yang disebut sebagai independence atau kemandirian,” ujarnya.

Kemitraan yang diproyeksikan berkelanjutan

Lukashenko juga menegaskan bahwa Belarus memandang hubungan dengan Indonesia sebagai kemitraan jangka panjang. Ia menyampaikan apresiasi kepada Prabowo karena memilih Belarus sebagai salah satu mitra strategis.

Ia menilai kerja sama kedua negara tidak dibangun untuk kepentingan sesaat, melainkan untuk memberi manfaat yang berkelanjutan. Karena itu, Belarus ingin memperluas kerja sama yang mencakup perdagangan sekaligus transfer pengetahuan dan teknologi.

Presiden Belarus itu turut mengingat kunjungannya ke Indonesia pada 2013 dan kunjungan Prabowo ke Belarus pada tahun lalu. Menurut dia, dua pertemuan itu menjadi dasar penting bagi penguatan hubungan bilateral.

Dalam kerangka tersebut, tawaran Belarus dapat dibaca sebagai upaya memperluas isi kerja sama ekonomi Indonesia dengan mitra nontradisional. Fokusnya bukan hanya pertukaran barang, tetapi juga dukungan bagi kemampuan industri agar Indonesia bisa memproduksi lebih banyak dengan teknologinya sendiri.

Source: teknologi.bisnis.com
Berita Terbaru