Lima pasang dan bagian belenggu besi Celtic yang berusia sekitar 2.300 tahun ditemukan di Allonnes, Lembah Loire, Perancis. Temuan langka ini memperkuat dugaan bahwa kawasan tersebut pernah terkait dengan perdagangan budak pada akhir Zaman Besi.
Satu belenggu pergelangan tangan berdiameter hanya 6 sentimeter, ukuran yang diduga sesuai untuk perempuan atau anak-anak. Sementara itu, belenggu pergelangan kaki berbobot lebih dari 1 kilogram menunjukkan beban fisik yang mungkin harus ditanggung orang-orang yang diperbudak.
Temuan Pengikat di Allonnes
| Jenis temuan | Jumlah | Detail penting |
|---|---|---|
| Belenggu pergelangan tangan | 1 pasang | Berdiameter 6 sentimeter |
| Belenggu pergelangan kaki | 1 | Berat lebih dari 1 kilogram |
| Bagian belenggu logam | 3 | Menambah bukti penggunaan alat pengikat |
Penggalian menemukan satu pasang belenggu tangan, satu belenggu kaki, serta tiga komponen pengikat logam lain. Kombinasi benda-benda tersebut memberi bukti material yang tidak biasa mengenai kelompok subordinat dalam masyarakat kuno.
Thierry Lejars, spesialis logam Celtic yang dikutip Live Science, menilai identifikasi belenggu dan senjata di lokasi itu menunjukkan struktur sosial yang hierarkis. Dalam struktur tersebut, terdapat kelompok dominan serta kelompok bawahan yang dapat mencakup tahanan atau budak.
Petunjuk tentang Perbudakan Galia
Bangsa Gaul merupakan gabungan longgar dari berbagai suku Celtic yang diketahui memperbudak tawanan perang, narapidana, dan orang yang berutang. Mereka dapat dipaksa bekerja di ladang, kehilangan hak, lalu diperjualbelikan oleh pemiliknya.
Pemahaman mengenai perbudakan Galia masih terbatas karena masyarakat Celtic meninggalkan sedikit catatan tertulis. Karena itu, belenggu dari Allonnes memiliki nilai penting untuk menelaah kembali hubungan sosial pada masa pra-Romawi.
Keberadaan Allonnes di persimpangan beberapa jalur besar pada masanya juga menjadi konteks penting bagi temuan tersebut. Posisi strategis itu mendukung aktivitas ekonomi sekaligus keagamaan di kawasan yang kini berada di Lembah Loire tersebut.
Koin dan Persembahan yang Dirusak
Situs Allonnes tidak hanya menghasilkan belenggu, tetapi juga kompleks keagamaan yang menyimpan pakaian, perhiasan, cincin, dan jimat sebagai persembahan. Banyak benda itu sengaja dirusak atau dicacatkan, kemungkinan untuk mengubah fungsi benda sehari-hari menjadi persembahan bagi dewa.
Ratusan koin dengan rentang masa pencetakan lebih dari lima abad turut ditemukan di lokasi itu. Isabelle Bollard-Raineau dari kementerian kebudayaan Perancis menyatakan sekitar sepertiga koin tersebut telah dikikir, dipotong, atau diukir menggunakan pahat.
Perubahan fisik pada koin diduga mencerminkan maksud ritual untuk menghilangkan fungsi komersialnya sebelum dipersembahkan dalam konteks sakral. Di kawasan yang sama, ditemukan pula bengkel kecil bagi pandai besi serta pengrajin tembaga, perunggu, dan pelat logam.
French National Institute for Preventive Archaeological Research atau INRAP mengumumkan hasil penggalian dua tahun itu kepada publik pada 9 Juli, setelah temuan awal muncul pada 2019. Rangkaian senjata, logam, koin, dan belenggu di Allonnes kini memberi gambaran lebih tajam tentang kehidupan kelompok paling rentan dalam masyarakat Galia.







