Belgia berhasil menjaga peluang tetap hidup setelah menahan Spanyol 1-1 pada babak pertama perempat final Piala Dunia 2026 di Los Angeles. Hasil itu membuat perebutan tiket semifinal berlangsung ketat dan sulit diprediksi.
Tim asuhan Belgia memanfaatkan serangan balik cepat untuk membalas tekanan Spanyol. Charles De Ketelaere menyamakan kedudukan pada menit ke-40 lewat sundulan setelah menerima umpan matang dari Timothy Castagne.
Spanyol Sempat Unggul Lebih Dulu
Spanyol membuka keunggulan melalui Fabián Ruiz pada menit ke-29. Gol tersebut lahir saat tekanan bertubi-tubi membuat lini belakang Belgia kesulitan keluar dari area sendiri.
Sejak awal laga, Spanyol tampil dominan dalam penguasaan bola. Lamine Yamal dan Dani Olmo beberapa kali mendapat peluang, tetapi Thibaut Courtois masih mampu menggagalkannya.
Belgia Mengandalkan Transisi Cepat
Belgia tidak membiarkan Spanyol terus mengendalikan permainan tanpa perlawanan. Kevin De Bruyne dan Jeremy Doku menjadi motor serangan yang beberapa kali merepotkan pertahanan lawan lewat transisi cepat.
Efektivitas serangan balik itu akhirnya berbuah gol penyeimbang menjelang jeda. Situasi tersebut mengubah arah pertandingan dan menjaga tensi tetap tinggi hingga turun minum.
Tempo Tinggi dan Duel Fisik
Pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi dan jual beli serangan yang intens. Kedua tim sama-sama menunjukkan determinasi kuat untuk mengamankan satu tempat di semifinal.
Laga juga diwarnai sejumlah pelanggaran keras dari kedua kubu. Wasit Michael Oliver bahkan mengeluarkan kartu kuning untuk bek muda Spanyol, Pau Cubarsí.
Susunan Pemain Spanyol vs Belgia
| Spanyol | Belgia |
|---|---|
| Unai Simón, Pedro Porro, Pau Cubarsí, Aymeric Laporte, Marc Cucurella, Rodri, Fabián Ruiz, Lamine Yamal, Dani Olmo, Álex Baena, Mikel Oyarzábal | Thibaut Courtois, Timothy Castagne, Nathan Ngoy, Brandon Mechele, Maxim De Cuyper, Nicolas Raskin, Youri Tielemans, Jeremy Doku, Kevin De Bruyne, Leandro Trossard, Charles De Ketelaere |
Hingga turun minum, skor tetap imbang 1-1 dan kedua tim masih memiliki peluang yang sama besar. Spanyol punya kontrol permainan, sementara Belgia menunjukkan efektivitas yang membuat laga terus berada dalam ketegangan.
Source: www.suara.com






