BenQ membawa seri MA Series ke Indonesia dengan fokus yang sangat jelas: monitor eksternal untuk pengguna Mac yang ingin layar besar, warna yang selaras dengan ekosistem Apple, dan koneksi yang sederhana lewat satu kabel. Lini ini ditujukan untuk pengguna MacBook Pro, MacBook Air, Mac mini, hingga Mac Studio yang membutuhkan setup kerja lebih rapi tanpa tumpukan kabel.
Di pasar Indonesia, BenQ menyiapkan empat model dengan karakter yang berbeda, mulai dari kebutuhan produktivitas harian sampai pekerjaan kreatif yang lebih berat. Seluruh model mendukung transfer video, data, dan daya melalui USB-C atau Thunderbolt, sehingga fungsinya memang diarahkan untuk memudahkan alur kerja pengguna Mac.
Empat model dengan pendekatan berbeda
BenQ menghadirkan MA270UP dan MA320UP sebagai opsi dengan panel IPS Nano Glass dan resolusi 4K UHD 3840 x 2160. Di sisi lain, MA270U dan MA320U memakai pendekatan Nano Matte 4K, sementara MA270S diposisikan sebagai varian flagship dengan resolusi 5K Nano Glass.
Ada juga MA320UG yang datang sebagai monitor 32 inci 4K 120Hz dengan panel Nano Gloss. Dengan pilihan ini, pengguna bisa menyesuaikan monitor berdasarkan ukuran layar, jenis panel, hingga tingkat kebutuhan kerja yang diinginkan.
President Director BenQ Indonesia Andryanto C Wijaya menegaskan bahwa banyak pengguna Mac membutuhkan layar yang lebih besar. Ia juga menyoroti bahwa BenQ membawa monitor khusus Mac dengan keunggulan warna, pengalaman penggunaan, dan konektivitas yang cukup satu kabel saja.
Model glossy untuk tampilan yang lebih dalam
MA270UP dan MA320UP menyasar pengguna yang menginginkan visual lebih mirip karakter layar MacBook. Keduanya tersedia dalam ukuran 27 inci dan 32 inci, sama-sama membawa resolusi 4K UHD serta panel IPS Nano Glass.
BenQ membekali dua model ini dengan kecerahan 400 nits dan dukungan HDR400. Untuk reproduksi warna, cakupan yang disebut mencapai 99% sRGB dan 95–97% P3, sehingga monitor ini diarahkan ke pengguna yang membutuhkan hasil tampilan akurat.
Dari sisi konektivitas, BenQ menaruh USB-C 90W PD, USB-C 15W, dua port HDMI, dan USB hub. Stand-nya juga mendukung pengaturan tinggi, kemiringan, putar, dan pivot, sehingga lebih fleksibel untuk berbagai posisi kerja.
Permukaan Nano Gloss menjadi daya tarik utama karena diklaim bisa memberi kontras tinggi, hitam yang lebih pekat, dan kedalaman warna yang mendekati layar MacBook. Karakter ini membuat seri UP terasa pas untuk pengguna yang menyukai tampilan mengilap dan visual yang kuat.
Varian Nano Matte untuk ruang kerja yang terang
Bagi pengguna yang sering bekerja di ruangan terang, BenQ menyiapkan MA270U dan MA320U dengan pendekatan Nano Matte. Model ini ditujukan untuk membantu mengurangi pantulan cahaya, terutama saat monitor ditempatkan dekat jendela atau di bawah pencahayaan yang kuat.
Ukuran 27 inci pada lini ini disebut membawa resolusi 5K 5120 x 2880 yang dikaitkan dengan pengalaman setara Retina Mac. Panel yang dipakai adalah IPS Nano Gloss dengan color gamut 99% P3 dan tingkat kecerahan hingga 450 nits.
Untuk koneksi, BenQ mengandalkan Thunderbolt 4 40 Gbps dengan power delivery hingga 96W. Monitor ini juga sudah membawa sertifikasi Eye-Care TUV Rheinland untuk Low Blue Light dan Flicker-Free, sehingga aspek kenyamanan ikut diperhatikan selain kualitas tampilan.
BenQ memposisikan seri ini sebagai opsi yang lebih terjangkau dibandingkan varian glossy. Karena itu, MA270U dan MA320U tampaknya disiapkan bagi pengguna yang lebih mengutamakan tampilan bersih dan minim pantulan saat bekerja dalam durasi lama.
Pilihan premium untuk multitasking dan kerja kreatif
MA270S menjadi model yang paling menonjol dari sisi performa tampilan. Monitor ini membawa layar 32 inci 4K UHD dengan refresh rate 120Hz, panel IPS Nano Glass, color gamut sekitar 98–99% P3, dan kecerahan 450 nits.
Fitur yang dibawa juga lebih lengkap, termasuk dua port Thunderbolt 4, HDMI, USB hub, Daisy Chain untuk dua monitor 4K, Smart KVM, serta Power-off Charging. BenQ juga menyertakan stand full adjustable untuk memberi keleluasaan dalam mengatur posisi kerja.
Refresh rate 120Hz membuat scrolling, pergerakan visual, dan timeline editing terasa lebih mulus. Karena itu, model ini tampak disiapkan untuk pengguna konten video, multitasking berat, serta pekerjaan kreatif yang membutuhkan respons visual lebih halus.
MA320UG hadir dengan pendekatan serupa di kelas 32 inci 4K 120Hz, tetapi memakai panel Nano Gloss dan dukungan Thunderbolt 4 96W PD. Model ini juga membawa dua port Thunderbolt 4, HDMI, USB hub, Daisy Chain, Smart KVM, serta Power-off Charging.
Harga dan ketersediaan di Indonesia
BenQ sudah membuka penjualan MA Series di Indonesia melalui kanal online dan offline. Harga yang diumumkan adalah MA270U Rp 9 jutaan, MA320U Rp 12 jutaan, MA270UP Rp 11 jutaan, MA320UP Rp 15 jutaan, dan MA270S Rp 23 jutaan.
Untuk MA320UG, BenQ menyebut model ini baru akan dijual pada kuartal ketiga 2026. Hingga saat ini, harga resminya belum diumumkan, sementara empat model lainnya sudah disiapkan untuk pengguna Mac yang mencari layar eksternal dengan warna akurat dan koneksi yang ringkas.
Source: www.gadgetdiva.id






