Gelombang bentrokan di wilayah Kurdi Iran kini menambah tekanan besar bagi Tehran, di saat pemerintah juga harus menjaga jalur diplomasi yang rapuh dengan Amerika Serikat. Dalam beberapa hari terakhir, kekerasan antara kelompok oposisi Kurdi dan unsur-unsur rezim Iran meluas di sejumlah kota di Iran barat.
Situasi itu menunjukkan bahwa medan keamanan di wilayah tersebut belum mereda. Di saat yang sama, laporan lain menyebut kelompok bersenjata Kurdi juga menargetkan sejumlah Kurdi yang dituduh bekerja sama dengan rezim Iran.
IRGC, Basij, dan kelompok oposisi saling berhadapan
Laporan Rudaw menyebut empat pejuang dari kelompok oposisi Kurdi tewas dalam bentrokan dengan Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC di provinsi Azerbaijan Barat. Kelompok itu adalah East Kurdistan Defense Units atau YRK, sayap bersenjata Partai Kehidupan Bebas Kurdistan atau PJAK.
YRK mengatakan para anggotanya “melawan hingga tetes darah terakhir” dan gugur dalam pertempuran dekat Mahabad. Kelompok itu juga meyakini IRGC ikut menanggung korban dalam rangkaian bentrokan tersebut.
Rudaw mencatat bentrokan sporadis antara YRK dan IRGC terjadi di Baneh, Paveh, dan Mahabad, wilayah tempat kelompok Kurdi itu mempertahankan pasukan bergerak. Media itu juga menyebut IRGC mengonfirmasi tewasnya dua anggota senior Basij pada Senin, sementara pada bentrokan lain enam anggota IRGC dilaporkan tewas pada 30 Juni.
Korban di Baneh dan jalan perbatasan
Hengaw, kelompok hak asasi yang memantau isu-isu Kurdi di Iran, menyebut bentrokan bersenjata terjadi di pintu masuk Baneh dan di pos pemeriksaan di jalan Baneh-Saqqez. Bentrokan pada malam Jumat, 26 Juni, itu menewaskan dua personel keamanan Iran, yakni wajib militer Mardin Ahmadi dari Saqqez dan sersan IRGC Mohammad Hossein Beigi.
Empat personel keamanan lain dan satu warga sipil juga terluka. Hengaw menambahkan bahwa bentrokan lain terjadi pada 10 Juni di dekat kawasan perbatasan Khawmirabad, dekat Marivan.
Kelompok itu juga menyebut bentrokan bersenjata lain telah dilaporkan dalam beberapa pekan terakhir di Piranshahr dan Paveh. Pada saat yang sama, laporan daring menyebut kelompok baru bernama Xori Hiwa atau Sun of Hope mengaku bertanggung jawab atas serangan di Paveh yang menewaskan dua anggota IRGC.
Nama baru, pola yang tetap sama
Xori Hiwa menyebut dua korban itu sebagai Khaled Khaledi dan Borhan Karisani. Kelompok itu juga melaporkan luka serius pada dua orang lainnya, serta menyatakan para pejuangnya terlibat dalam bentrokan terbaru melawan pasukan IRGC di Piranshahr.
Munculnya nama kelompok baru itu dipandang hati-hati, karena dalam konflik Kurdi label semacam itu kerap dipakai untuk memecah identitas kelompok bersenjata yang sudah ada. Dengan kata lain, kemunculan nama baru tidak selalu berarti organisasi baru benar-benar lahir.
Rudaw juga melaporkan bahwa kelompok oposisi Kurdi itu mengancam akan membalas serangan. Sebuah laporan lain menyebut IRGC mengambil empat senapan dari lokasi bentrokan, termasuk dua AK-47 standar dan satu senapan lain yang tampak berasal dari tipe berbeda.
Tekanan lokal beririsan dengan ketegangan regional
PJAK disebut sebagai salah satu kelompok oposisi Kurdi terbesar dan berhaluan kiri jauh yang terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan atau PKK. Turki memandang PKK sebagai kelompok teroris dan juga mewaspadai pertempuran PJAK melawan rezim Iran.
Sejumlah partai Kurdi lain juga tergabung dalam koalisi oposisi, termasuk PDKI, PAK, Khabat, dan Komala. Banyak dari mereka berbasis di wilayah Kurdi Irak utara, dan Iran bersama proksi yang didukung Iran di Irak disebut telah menargetkan kelompok-kelompok itu dalam beberapa bulan terakhir.
YRK menegaskan pihaknya tidak memihak kekuatan mana pun dan tidak melancarkan serangan terhadap rezim Iran. Namun, tekanan terhadap wilayah Kurdi Iran tetap beririsan dengan kondisi keamanan regional yang lebih luas, termasuk ketegangan Iran di Teluk dan perundingannya dengan Amerika Serikat.
Serangan lintas batas ikut memperlebar tekanan
Pada pertengahan Juni, Hengaw menyebut Iran telah melakukan sedikitnya 50 serangan rudal dan drone bunuh diri terhadap markas, kamp, dan kompleks hunian partai-partai oposisi Kurdi-Iran yang berbasis di Kurdistan Region of Iraq. Serangan itu terjadi sejak gencatan senjata yang mengakhiri perang 40 hari yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Laporan itu juga menyebut serangan terbaru terjadi pada Selasa, 16 Juni, ketika posisi partai oposisi Kurdi kembali menjadi sasaran setelah muncul laporan tentang kesepakatan baru antara Iran dan Amerika Serikat. Rangkaian bentrokan di dalam Iran dan serangan lintas batas ini menunjukkan bahwa tekanan keamanan terhadap Tehran belum mereda, bahkan saat rezim itu harus tetap menghitung risiko diplomasi yang rapuh.







