Beras Kian Mahal Di Hulu Dan Hilir, Kenaikan Terbesar Terjadi Di Penggilingan

Author: Redaksi Android62

Tekanan harga beras pada Mei 2026 tidak hanya muncul di satu titik rantai pasok. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan kenaikan terjadi serentak dari penggilingan, grosir, sampai eceran, sehingga beban harga ikut terasa hingga ke pembeli akhir.

Di tingkat eceran, harga beras naik 0,38 persen secara bulanan atau month to month dan 4,55 persen secara tahunan atau year on year. Angka itu memang lebih kecil dibandingkan penggilingan dan grosir, tetapi tetap menegaskan bahwa kenaikan tidak berhenti di hulu.

Badan Pusat Statistik menempatkan seluruh data itu sebagai rata-rata nasional. Artinya, angka yang muncul mencakup seluruh jenis kualitas beras dan seluruh wilayah Indonesia, bukan hanya satu segmen pasar tertentu.

Paling kuat tekanannya terlihat di penggilingan. Pada Mei 2026, harga beras di level ini naik 0,58 persen mtm dan 8,10 persen yoy, menunjukkan bahwa kenaikan sudah terasa sejak awal rantai distribusi.

BPS juga merinci pergerakan berdasarkan kualitas beras di penggilingan. Beras premium naik 0,56 persen mtm dan 12,81 persen yoy, sedangkan beras medium naik 0,79 persen mtm dan 6,57 persen yoy.

Pergerakan di hulu itu kemudian merambat ke tahap berikutnya. Di tingkat grosir, BPS mencatat inflasi harga beras sebesar 0,68 persen mtm dan 6,11 persen yoy pada Mei 2026.

Kenaikan yang merata di seluruh jalur distribusi

Rangkaian angka tersebut menggambarkan pola yang cukup jelas. Kenaikan tidak muncul pada satu lapisan pasar saja, melainkan bergerak dari penggilingan ke grosir dan akhirnya sampai ke eceran.

Pudji Ismartini, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, menjelaskan data itu dalam konferensi pers yang disaksikan secara virtual pada Selasa (2/6/2026). Penjelasan tersebut menegaskan bahwa angka BPS adalah gambaran umum kondisi harga beras nasional.

Dengan demikian, pembaca bisa melihat bahwa tekanan harga pada Mei 2026 bersifat menyebar. Tidak hanya berpengaruh pada pelaku di tingkat hulu, kenaikan itu juga ikut memengaruhi harga yang dibayar konsumen di pasar akhir.

Rincian angka yang dicatat BPS

Jika dirangkum, harga beras pada Mei 2026 naik di semua lini utama distribusi. Penggilingan mencatat kenaikan 0,58 persen mtm dan 8,10 persen yoy, grosir naik 0,68 persen mtm dan 6,11 persen yoy, sedangkan eceran naik 0,38 persen mtm dan 4,55 persen yoy.

Pada penggilingan, kualitas premium bergerak naik 0,56 persen mtm dan 12,81 persen yoy. Di sisi lain, kualitas medium naik 0,79 persen mtm dan 6,57 persen yoy, sehingga tekanan harga terlihat pada dua kelompok utama beras.

Data tersebut memperlihatkan bahwa kenaikan harga beras pada Mei 2026 bukan peristiwa yang berdiri sendiri di satu tahap pasar. BPS mencatatnya sebagai rata-rata nasional yang mencerminkan pergerakan harga dari hulu sampai hilir di seluruh Indonesia.

Source: www.suara.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru