Berjemur pagi tidak hanya soal mendapatkan cahaya matahari sebentar. Kebiasaan singkat ini juga berkaitan dengan vitamin D, kualitas tidur, sampai suasana hati yang lebih stabil.
Saat tubuh menerima sinar matahari dalam jumlah yang cukup, proses alami di dalam tubuh ikut bekerja. Karena itu, sekitar 10 menit berjemur di pagi hari sering dipandang sebagai kebiasaan sederhana yang memberi dampak lebih luas dari yang terlihat.
Vitamin D tetap jadi manfaat yang paling dikenal
Paparan sinar ultraviolet membantu tubuh memproduksi vitamin D. Nutrisi ini penting untuk kesehatan tulang, sel darah, dan sistem imun.
Vitamin D juga berperan membantu penyerapan mineral seperti kalsium dan fosfor agar berjalan optimal. Pada anak-anak, kekurangan vitamin D dapat memicu rakitis, yaitu kondisi ketika tulang menjadi lebih lunak dan lemah.
Itulah sebabnya, berjemur pagi kerap dianggap sebagai cara praktis untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin D harian. Selama dilakukan secukupnya dan pada waktu yang aman, kebiasaan ini bisa menjadi bagian dari rutinitas yang bermanfaat.
Cahaya pagi ikut membantu jam biologis tubuh
Selain berpengaruh pada vitamin D, cahaya matahari pagi juga membantu tubuh menata ritme sirkadian. Ritme ini adalah jam biologis yang memberi sinyal kapan tubuh perlu aktif dan kapan saatnya beristirahat.
Mata menangkap cahaya pagi lalu mengirimkan sinyal ke tubuh. Proses ini membuat pola tidur lebih teratur dan membantu banyak orang lebih mudah tidur pada malam hari.
Efek tersebut menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia. Kemampuan mata menerima cahaya akan berkurang, sehingga paparan cahaya pagi bisa membantu menjaga ritme tidur tetap rapi.
Mood dan energi harian juga ikut terpengaruh
Berjemur pagi juga dikaitkan dengan produksi serotonin yang lebih baik. Zat kimia di otak ini berhubungan dengan suasana hati.
Saat kadar serotonin baik, tubuh cenderung terasa lebih tenang, fokus, dan berenergi sepanjang hari. Karena itu, paparan cahaya pagi sering dipandang sebagai kebiasaan sederhana yang mendukung kondisi mental sehari-hari.
Tidak heran jika terapi cahaya juga kerap digunakan dokter untuk membantu mengatasi gangguan suasana hati tertentu. Bagi orang yang mudah lelah atau kurang semangat, berjemur 10 menit di pagi hari bisa menjadi langkah ringan yang membantu mood tetap lebih baik.
Ada pula kaitan dengan gerak tubuh dan berat badan
Paparan sinar matahari pagi antara pukul 08.00 hingga siang hari disebut dapat membantu mengurangi lemak tubuh. Para ilmuwan menduga cahaya matahari memengaruhi sel lemak yang berada di bawah permukaan kulit.
Namun, ada faktor lain yang ikut berperan. Saat lebih sering berada di luar ruangan, orang biasanya juga lebih aktif bergerak, sehingga aktivitas fisik tambahan ini dapat mendukung pengelolaan berat badan yang lebih baik.
Manfaat untuk mata tetap harus dibatasi
Dalam jumlah yang cukup, paparan sinar matahari juga dikaitkan dengan kesehatan mata, terutama pada usia remaja dan dewasa muda. Cahaya alami dapat membantu menurunkan risiko rabun jauh atau nearsightedness.
Meski begitu, manfaat tersebut hanya muncul jika paparan dilakukan secara aman. Terlalu lama berada di bawah sinar matahari langsung justru dapat meningkatkan risiko gangguan mata seperti penglihatan kabur hingga katarak.
Karena itu, durasi aman berjemur umumnya sekitar 5 hingga 15 menit setiap hari. Pada sebagian orang dengan kulit lebih gelap, waktunya bisa mencapai sekitar 30 menit agar manfaatnya lebih optimal.
Waktu terbaik untuk berjemur tetap pada pagi hari sebelum matahari terasa terlalu terik. Jika ingin berada lebih lama di luar ruangan, sunscreen tetap bisa dipertimbangkan, dan kulit yang mulai terasa panas atau terbakar sebaiknya segera dilindungi dengan mencari tempat teduh.
Source: www.beautynesia.id






