Betrand Peto menghadapi tekanan yang berbeda saat menjalani sinetron perdananya, Ternyata Ini Cinta. Penyanyi yang akrab disapa Onyo itu mengaku lebih gugup ketika harus membangun karakter dan beradu peran dengan pemain berpengalaman.
Dalam produksi tersebut, Betrand memerankan Bima, seorang pelajar pintar di kelas. Karakter itu menjadi saingan Eca, salah satu tokoh lain dalam cerita.
Peran Bima membawanya ke suasana sekolah yang berbeda dari aktivitas yang selama ini lebih sering dijalani. Onyo harus menyesuaikan ekspresi, dialog, dan ritme permainan dengan kebutuhan adegan remaja.
Ia menilai tantangan terbesar bukan hanya menghafal percakapan. Onyo juga memikirkan apakah penampilannya dapat selaras dengan kualitas akting para pemain senior di lokasi syuting.
Tekanan Akting Tidak Sama dengan Bernyanyi
Onyo membedakan rasa tegang saat berakting dengan tekanan ketika tampil menyanyi. Saat bernyanyi, ia harus menjaga konsentrasi agar tidak fals, tidak grogi, serta tidak lupa lirik.
Di lokasi syuting, kekhawatiran itu bergeser pada kemampuan menghidupkan karakter. “Kalau misalkan syuting ini, kalau kayak akting gitu, lebih tepatnya aku lebih ke deg-degan aja sih gitu,” kata Onyo.
Rasa gugup tersebut muncul karena ia ingin dapat mengikuti permainan para pemain yang sudah lebih lama berkecimpung di dunia akting. Pengalaman itu menjadi langkah baru bagi Betrand setelah dikenal melalui dunia tarik suara.
Peran pelajar juga menuntutnya membawakan percakapan yang terasa wajar. Dialog dalam cerita tidak selalu disampaikan secara kaku sesuai naskah.
Menyesuaikan Bahasa Anak Sekolah
Para pemain diberi ruang memakai bahasa anak muda agar percakapan terdengar lebih luwes. Hal itu membuat Onyo perlu memahami cara berbicara yang sesuai dengan lingkungan sekolah dalam cerita.
“Pengalaman syuting sinetron ini ya pastinya cukup ribet dan deg-degan karena ini dialognya itu sebagai anak muda di sekolahan gitu,” ujar Onyo. Ia mencontohkan dialog sehari-hari seperti, “lu lagi apa sih?” untuk menggambarkan nuansa adegan tersebut.
Onyo juga membandingkan latar peran itu dengan kegiatan yang biasa dijalaninya. “Yang biasanya di tempat bola, ini sekarang tiba-tiba di sekolahan,” katanya.
Perubahan latar itu membuatnya harus membangun kebiasaan dan respons Bima sebagai siswa. Karakter tersebut dikenal cerdas di kelas, sehingga memiliki posisi penting dalam dinamika dengan Eca.
Memiliki Bekal Latihan Akting
Meski baru serius menekuni akting, Onyo mengatakan proses adaptasinya berlangsung cukup cepat. Ia pernah mencoba kegiatan stripping dan mengikuti latihan akting sebelumnya.
“Adaptasinya sebenarnya cepat karena aku dulu pernah juga ikut stripping-stripping kayak gini, pernah coba sih,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip Liputan6.com. Ruben Onsu, ayahnya, juga disebut kerap memberikan les akting kepada Onyo.
Bekal itu membantunya menghadapi proses produksi Ternyata Ini Cinta yang masih berjalan. Konferensi pers untuk penayangan sinetron tersebut direncanakan berlangsung pada tanggal 5 mendatang.
Melalui Bima, Betrand mendapat kesempatan mengeksplorasi kemampuan di bidang akting secara lebih serius. Tantangan utamanya kini adalah menjaga permainan tetap natural di tengah tuntutan karakter pelajar dan lawan main yang lebih senior.
Source: www.liputan6.com






