Bunga 0,6 Persen Membuka Jalan ke Mobil Listrik Bekas, Ini Skema BFI

Author: Redaksi Android62

BFI Finance membuka akses pembiayaan mobil listrik bekas dengan bunga mulai 0,6 persen per bulan. Skema ini memberi pilihan bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus membeli unit baru.

Kredit tersebut tersedia untuk konsumen di Jabodetabek dan Surabaya dengan tenor maksimal 48 bulan. Uang muka yang ditetapkan mulai 35 persen dari nilai kendaraan.

Produk mobil listrik bekas menjadi salah satu langkah BFI Finance dalam memperluas portofolio pembiayaan kendaraan. Sebelumnya, perusahaan telah melayani pembiayaan mobil bekas berbahan bakar bensin.

Rincian Dua Skema Pembiayaan EV

Produk Tenor Maksimal Bunga Ketentuan Utama
Refinancing Mobil Listrik 48 bulan Mulai 0,78 persen flat per bulan Jaminan BPKB dan kendaraan masih dalam masa garansi baterai
Kredit Mobil Listrik Bekas 48 bulan Mulai 0,6 persen per bulan Uang muka mulai 35 persen, tersedia di Jabodetabek dan Surabaya

Selain kredit unit bekas, BFI Finance juga menawarkan refinancing mobil listrik dengan jaminan BPKB. Bunga untuk fasilitas ini dimulai dari 0,78 persen flat per bulan dengan tenor hingga 48 bulan.

Pengajuan refinancing berlaku bagi mobil listrik yang masih berada dalam periode garansi baterai. Masa garansi tersebut dapat mencapai delapan tahun, mengikuti ketentuan yang ditetapkan setiap pabrikan.

Skema pembiayaan ulang ini ditujukan bagi pemilik kendaraan listrik yang membutuhkan dana dengan menjaminkan BPKB mobilnya. Syarat masa garansi baterai menjadi salah satu pembeda dibanding pembiayaan kendaraan konvensional.

Ekosistem EV Jadi Pertimbangan

BFI Finance melihat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik sebagai peluang untuk menghadirkan layanan yang lebih spesifik. Perluasan infrastruktur pengisian daya serta dukungan pemerintah terhadap kendaraan rendah emisi disebut ikut mendorong minat masyarakat.

Perusahaan menggandeng komunitas J5 EVO Indonesia untuk mendekatkan edukasi pembiayaan kepada pengguna mobil listrik. Komunitas itu merupakan wadah resmi pengguna kendaraan Jaecoo di bawah naungan agen pemegang merek.

Direktur Bisnis BFI Finance Rudy Eddywidjaja menyatakan kolaborasi dengan komunitas dapat membantu memperluas literasi mengenai pilihan pembiayaan kendaraan listrik. Menurutnya, perusahaan akan terus menjajaki kerja sama dengan komunitas dan mitra strategis lain.

Langkah tersebut diarahkan agar solusi pembiayaan mobil listrik lebih mudah diakses masyarakat. BFI Finance juga berharap perluasan layanan ini dapat berkontribusi pada percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Source: www.oto.com
Berita Terbaru