Biaya Bulanan BYD Atto 1 Menggoyang Honda Brio, Selisihnya Bisa Sampai Jutaan

Author: Redaksi Android62

Selisih biaya bulanan antara BYD Atto 1 dan Honda Brio menjadi sorotan utama dalam persaingan mobil entry level di Indonesia. Untuk pemakaian harian dengan jarak tempuh tinggi, angka pengeluaran keduanya bisa terpaut cukup lebar.

BYD Atto 1 diperkirakan membutuhkan biaya pengisian listrik sekitar Rp509 ribu hingga Rp612 ribu per bulan jika memakai tarif rumah Rp1.444 per kWh. Bahkan saat mengisi di SPKLU dengan tarif sekitar Rp2.500 per kWh, biayanya masih berada di kisaran Rp847 ribu hingga Rp1,06 juta per bulan.

Perhitungan itu muncul dari konsumsi energi BYD Atto 1 yang berada di kisaran 8,5 kilometer per kWh. Dengan pola penggunaan 100 hingga 120 kilometer per hari, total perjalanan bulanan dapat mencapai 3.000 sampai 3.600 kilometer.

Efisiensi listrik menjadi daya tekan utama

BYD Atto 1 hadir sebagai mobil listrik modern dengan motor listrik bertenaga 75 dk dan torsi 135 Nm. Pabrikan juga menyediakan dua pilihan baterai dengan jarak tempuh sekitar 300 kilometer hingga 380 kilometer dalam kondisi penuh.

Dari sisi operasional, mobil listrik ini juga dinilai lebih ringan dalam urusan servis. Komponen penggeraknya lebih sederhana dibanding mobil konvensional, sehingga biaya perawatan disebut relatif lebih rendah.

Situasi itu membuat Atto 1 terlihat menarik bagi pengguna yang menempuh jarak jauh setiap bulan. Pada titik ini, yang dipertimbangkan bukan hanya harga beli, melainkan total biaya penggunaan setelah mobil dipakai.

Honda Brio masih punya keunggulan praktis

Honda Brio tetap memiliki modal kuat di pasar city car Indonesia. Mobil ini dikenal lincah di jalan padat, hemat bahan bakar, dan ditunjang jaringan servis yang luas di banyak wilayah.

Brio memakai mesin 1.200 cc dengan tenaga sekitar 90 dk dan torsi 110 Nm. Hasil pengujian konsumsi BBM berada di kisaran 16 kilometer per liter hingga 20 kilometer per liter.

Dengan jarak tempuh bulanan 3.000 sampai 3.600 kilometer, kebutuhan bensin Brio diperkirakan mencapai 150 sampai 225 liter. Jika menggunakan Pertamax seharga Rp12.300 per liter, biaya bulanan yang harus disiapkan berada di kisaran Rp1,84 juta hingga Rp2,77 juta.

Meski lebih mahal dalam hitungan operasional, Brio menawarkan kepraktisan yang belum sepenuhnya tergantikan oleh mobil listrik. Pengisian bensin hanya memerlukan waktu beberapa menit, sementara SPBU tersedia hampir di seluruh Indonesia.

Pertarungan dua pendekatan yang berbeda

Perbandingan BYD Atto 1 dan Honda Brio menunjukkan bahwa konsumen kini menghitung mobil murah dengan cara yang berbeda. Harga showroom tetap penting, tetapi biaya pemakaian bulanan ikut menentukan keputusan.

BYD Atto 1 unggul di efisiensi energi dan biaya harian yang lebih rendah, sedangkan Honda Brio masih kuat lewat kemudahan penggunaan, jaringan layanan yang matang, dan nilai jual kembali yang selama ini dikenal stabil di pasar mobil bekas.

Karena itu, persaingan keduanya bukan sekadar adu spesifikasi. Duel ini memperlihatkan pergeseran pertimbangan konsumen Indonesia, dari sekadar membeli mobil terjangkau menjadi memilih kendaraan yang paling masuk akal untuk dipakai dalam jangka panjang.

Berita Terbaru