Biaya iPhone 18 Pro Max Bisa Melonjak, Margin Apple Justru Masih Tertekan

Author: Redaksi Android62

iPhone 18 Pro Max diperkirakan membawa tekanan biaya yang lebih besar daripada generasi sebelumnya, meski Apple disebut masih berpeluang menaikkan harga jual rata-rata sebesar $200. Counterpoint Research menilai margin keuntungannya tetap bisa sedikit turun karena kenaikan biaya komponen tertentu tidak sepenuhnya tertutup oleh penyesuaian harga.

Tekanan terbesar datang dari memori, terutama NAND flash storage dan DRAM, yang disebut menjadi pendorong utama naiknya biaya material. Dampaknya paling terasa pada varian berkapasitas besar, terutama model 1TB yang sejak awal memang membutuhkan memori lebih banyak.

Varian 1TB Menjadi Paling Berat Menanggung Kenaikan

Dalam laporan yang disorot Gizmochina, Counterpoint menjelaskan bahwa selisih biaya untuk iPhone 18 Pro Max 1TB bisa naik hampir $300 dibanding iPhone 17 Pro Max 1TB. Lonjakan ini muncul karena kebutuhan memori yang lebih besar membuat varian penyimpanan tinggi ikut terdorong lebih jauh saat harga komponen naik.

Perbandingan biaya itu memperlihatkan bagaimana kapasitas penyimpanan kini menjadi faktor yang semakin menentukan struktur biaya. Pada model dengan memori besar, kenaikan kecil di komponen inti dapat berubah menjadi beban yang jauh lebih besar bagi total biaya material.

Perbandingan Dampak Biaya Keterangan
iPhone 18 Pro Max 1TB Naik hampir $300 Dipengaruhi lonjakan biaya NAND flash storage dan DRAM
iPhone 17 Pro Max 1TB Lebih rendah Menjadi pembanding dalam estimasi Counterpoint

Chip 2nm Juga Menambah Beban

Selain memori, biaya produksi iPhone 18 Pro Max juga terdorong oleh chip baru. Perangkat ini disebut akan memakai A20 Pro yang dibuat dengan proses 2nm milik TSMC, sebuah proses yang menawarkan peningkatan performa dan efisiensi daya tetapi juga lebih mahal untuk diproduksi.

Di sisi lain, tidak semua komponen mengalami kenaikan. Counterpoint menilai layar dan sejumlah bagian lain justru bisa lebih murah dibandingkan pada iPhone 17 Pro Max, sehingga sebagian tekanan biaya masih dapat tertahan.

Namun, penghematan di beberapa komponen itu tampaknya belum cukup untuk menutup beban dari memori dan chip. Perhitungan Counterpoint menunjukkan Apple berisiko tidak mempertahankan margin seperti generasi sebelumnya, terutama jika porsi komponen mahal terus membesar pada model berkapasitas tinggi.

Strategi Harga Bisa Dibedakan Menurut Kapasitas

Karena kenaikan biaya tidak terjadi merata pada semua varian, Counterpoint memperkirakan Apple bisa memakai strategi harga yang berbeda untuk tiap kapasitas penyimpanan. Pendekatan itu dinilai lebih masuk akal ketimbang menaikkan harga secara rata untuk semua model.

Langkah tersebut dapat membantu Apple menjaga profit pada varian yang paling terdampak lonjakan harga memori. Tetapi, bahkan dengan potensi kenaikan harga jual rata-rata sebesar $200, Counterpoint tetap melihat margin iPhone 18 Pro Max berpeluang sedikit lebih rendah dibanding iPhone 17 Pro Max.

Pada akhirnya, kombinasi biaya memori yang lebih tinggi, chip 2nm yang lebih mahal, dan hanya sebagian komponen yang turun harga membuat iPhone 18 Pro Max belum tentu memberi ruang keuntungan lebih besar bagi Apple. Di balik harga jual yang diperkirakan naik, tekanan pada margin masih bisa berlanjut.

Source: www.gizmochina.com
Berita Terbaru