Biaya Memori Tembus 64 Persen, Pilihan HP Murah Kian Terancam

Smartphone dengan harga di bawah 99 dollar AS menghadapi tekanan biaya yang sangat berat karena memori kini menyerap sekitar 64 persen dari total biaya produksinya pada kuartal I-2026. Kondisi ini membuat pilihan HP murah berpotensi semakin terbatas ketika produsen tidak lagi mampu mempertahankan harga rendah tanpa mengorbankan margin.

Di segmen perangkat di bawah 400 dollar AS, porsi biaya memori mencapai 59 persen dari biaya produksi pada periode yang sama. Angka tersebut menunjukkan lonjakan besar dibandingkan kuartal III-2025, ketika kontribusi memori masih berada di kisaran 31-32 persen.

Memori Menjadi Beban Utama Produksi

Laporan Omdia memperlihatkan bahwa kenaikan harga chip DRAM dan NAND telah mengubah struktur biaya pembuatan smartphone. Tekanan paling besar muncul pada kelas entry-level karena produsen memiliki ruang yang jauh lebih sempit untuk mengurangi biaya dari komponen lain.

Segmen HargaBiaya MemoriPeriode
Di bawah 99 dollar AS64 persenKuartal I-2026
Di bawah 400 dollar AS59 persenKuartal I-2026
Di bawah 400 dollar AS31-32 persenKuartal III-2025
Di atas 800 dollar AS26 persenKuartal I-2026
Di atas 800 dollar AS11 persenKuartal III-2025

Perbandingan tersebut memperlihatkan bahwa kenaikan harga memori tidak hanya memengaruhi ponsel paling terjangkau. Namun, dampaknya jauh lebih sulit ditanggung oleh produk murah karena struktur komponen mereka sejak awal sudah dibuat sangat ketat.

Pengiriman Ponsel Murah Diperkirakan Menurun

Omdia memperkirakan pengiriman smartphone global dengan harga di bawah 400 dollar AS akan turun lebih dari 22 persen pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Pelemahan itu menjadi faktor utama yang mendorong proyeksi penyusutan pasar smartphone global sekitar 12 persen pada tahun tersebut.

Sejumlah vendor mulai mengurangi fokus pada kelas bawah karena keuntungan yang diperoleh semakin tipis. Kenaikan harga perangkat juga menjadi langkah yang mulai ditempuh oleh Transsion, Oppo, Vivo, Honor, dan Xiaomi untuk menjaga margin.

Langkah menaikkan harga membawa risiko tersendiri karena pembeli di segmen ini sangat peka terhadap perubahan harga. Kenaikan yang terlalu jauh dapat melemahkan permintaan, sementara produsen tetap harus menghadapi biaya komponen yang meningkat.

Opsi Penghematan Kian Terbatas

Produsen dapat mencoba menekan biaya melalui panel layar, sensor kamera, atau modul frekuensi radio yang lebih murah. Namun, strategi tersebut semakin sulit diterapkan pada HP murah karena penurunan spesifikasi berisiko langsung mengubah daya tarik perangkat bagi konsumen.

Situasinya berbeda pada perangkat premium yang masih memiliki beberapa pilihan untuk menata ulang komponen. Produsen dapat memakai panel OLED LTPS sebagai pengganti LTPO pada model tertentu, memilih sensor kamera lebih kecil, atau menggunakan chipset generasi sebelumnya.

Segmen smartphone di atas 400 dollar AS justru diperkirakan tumbuh sekitar 5,7 persen pada 2026. Konsumen kelas premium dinilai lebih mampu menerima kenaikan harga, sehingga tekanan biaya memori tidak sebesar yang dirasakan pasar smartphone murah.

Source: tekno.kompas.com
Berita Terkait