Di Guernsey, harga bensin yang terus menanjak membuat banyak warga mulai menghitung ulang biaya kendaraan mereka. Dari ruang pamer mobil hingga toko sepeda, minat terhadap kendaraan listrik dan sepeda listrik ikut terdorong karena alasan yang sama: ongkos harian yang lebih ringan.
Perubahan perilaku itu terlihat jelas ketika pengeluaran bahan bakar makin terasa di kantong. Saat pasar minyak global tidak stabil, pilihan kendaraan yang lebih hemat biaya mulai dipandang sebagai langkah yang masuk akal untuk mobilitas sehari-hari.
Mobil listrik semakin dilirik
Di Le Mont Saint garage, permintaan untuk Fiat 500 listrik dilaporkan melonjak tajam. Pete Beausire, joint managing director, mengatakan penjualannya kini sudah dua kali lipat karena pembeli tertarik pada biaya operasional yang lebih rendah.
Ia menjelaskan bahwa angka penjualan yang biasanya hanya lima atau enam unit per bulan kini naik menjadi sekitar 10 sampai 12 unit per bulan. Kenaikan itu juga membuat stok kendaraan menjadi sangat tipis.
Harga bensin menjadi pemicu yang sulit diabaikan. Beausire menyebut harga petrol di tempatnya kini berada di £1.69 per liter dan menjadi harga tertinggi yang bisa ia ingat.
Pembeli makin berhitung soal ongkos harian
Fenomena ini tidak hanya terlihat pada satu dealer. Robert Cornelius, presiden Guernsey Motor Trade Association, mengatakan pengendara kini lebih fokus pada penghematan biaya dan mulai mempertimbangkan kendaraan listrik atau hybrid.
Menurut Cornelius, kenaikan harga bahan bakar membuat banyak orang berpikir ulang soal kendaraan yang dipakai setiap hari. Ia menilai pergeseran ke kendaraan listrik akan terus berlanjut seiring orang mencari pengeluaran yang lebih terkendali.
Ia juga menyinggung aturan baru yang dapat mempercepat perubahan itu. Salah satunya adalah target kendaraan nol emisi di Inggris, meski ketidakpastian soal pajak dan kebijakan masa depan di Guernsey masih dapat memengaruhi keputusan konsumen.
E-bike ikut menikmati dorongan permintaan
Lonjakan minat yang sama juga terasa di sektor sepeda. Matthew Joyce, owner dan director Wheels Co, mengatakan permintaan e-bike meningkat dan tokonya kini sangat sibuk, dengan penjualan yang hampir seluruhnya didorong model listrik.
Joyce menegaskan bahan bakar menjadi salah satu faktor utama di balik tren itu. Ia menilai sepeda listrik menawarkan biaya kepemilikan yang rendah karena hanya membutuhkan perawatan tahunan dalam jumlah kecil.
Biaya perawatan itu disebut bisa berada di kisaran £100 per tahun. Setelah itu, pemilik hanya perlu menanggung biaya listrik untuk mengisi daya baterai.
Duty bahan bakar ikut jadi perhatian
Cornelius juga menyoroti duty bahan bakar yang menurutnya sangat tinggi. Ia mengatakan lebih dari 90 pence per liter saat ini berasal dari duty, sehingga kendaraan listrik terlihat jauh lebih hemat untuk biaya jalan sehari-hari.
Di sisi lain, ia menilai kebijakan pajak masa depan akan ikut menentukan arah pasar. Ia merujuk pada reformasi pajak yang baru diumumkan dan akan dibahas oleh States, termasuk pembahasan soal electric cars dan duties.
Cornelius menambahkan bahwa kendaraan listrik kini makin umum dan pemerintah Inggris juga menyadari tren tersebut. Karena itu, wacana penerapan biaya per mil untuk kendaraan listrik disebutnya bisa menjadi bagian dari penyesuaian kebijakan di masa depan.
Bagi pelaku usaha otomotif di Guernsey, kenaikan harga bensin sudah terasa langsung di ruang pamer dan bengkel. Dorongan untuk beralih ke kendaraan listrik kini datang bukan hanya dari perkembangan teknologi, tetapi juga dari perhitungan sederhana soal biaya yang harus dibayar setiap hari.







