Estimasi biaya perjalanan Solo-Bali dengan Toyota Calya atau Daihatsu Sigra berada di kisaran Rp 995.400 hingga Rp 1.220.400. Angka itu sudah mencakup bahan bakar, tarif tol Trans Jawa, dan penyeberangan kapal feri dari Ketapang ke Gilimanuk.
Perbedaan total biaya terutama ditentukan oleh pilihan bahan bakar. Jika memakai Pertalite, ongkos perjalanan lebih rendah dibandingkan skenario Pertamax, sementara biaya tol dan feri tetap sama.
Komponen biaya yang paling besar
Di luar BBM, pengeluaran terbesar datang dari jalan tol dan penyeberangan. Untuk kendaraan Golongan I, total tarif tol dari Solo hingga Probolinggo Timur mencapai Rp 422.000.
Rinciannya terdiri atas Tol Solo-Ngawi Rp 131.000, Tol Ngawi-Kertosono Rp 98.000, Tol Kertosono-Mojokerto Rp 50.000, dan Tol Mojokerto-Surabaya Rp 39.000.
Setelah itu, perjalanan berlanjut ke Tol Surabaya-Gempol dengan tarif Rp 27.500. Berikutnya ada Tol Gempol-Pasuruan sebesar Rp 46.500 dan Tol Pasuruan-Probolinggo Timur Rp 30.000.
Selain tol, kendaraan juga harus menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk. Untuk Toyota Calya dan Daihatsu Sigra, mobil ini masuk Golongan IVA dengan tarif feri Rp 213.400.
Jika dua komponen itu digabung, total biaya non-BBM mencapai Rp 635.400. Biaya tersebut menjadi pengeluaran tetap yang perlu disiapkan sebelum berangkat ke Bali.
Simulasi bila memakai Pertalite dan Pertamax
Toyota Calya dan Daihatsu Sigra memiliki kapasitas tangki 36 liter berdasarkan spesifikasi pabrikan. Dengan asumsi satu tangki penuh cukup untuk menempuh jarak sekitar 550 kilometer dari Solo menuju Pelabuhan Ketapang, kebutuhan BBM berada di kisaran itu.
Dengan harga Pertalite Rp 10.000 per liter, biaya bahan bakar diperkirakan Rp 360.000. Sementara itu, jika menggunakan Pertamax seharga Rp 16.250 per liter, kebutuhan dananya naik menjadi Rp 585.000.
| Komponen | Pertalite | Pertamax |
|---|---|---|
| BBM | Rp 360.000 | Rp 585.000 |
| Tol | Rp 422.000 | |
| Feri | Rp 213.400 | |
| Total | Rp 995.400 | Rp 1.220.400 |
Dengan hitungan itu, total biaya road trip Solo-Bali memakai Calya atau Sigra masih berada di bawah Rp 1,3 juta. Selisih anggaran cukup terasa, tetapi penentu utamanya tetap ada pada pilihan bahan bakar yang digunakan.
Relevan untuk libur sekolah
Simulasi ini menjadi penting saat libur sekolah karena perjalanan keluarga biasanya membutuhkan perencanaan anggaran yang lebih rapi. Estimasi sejak awal membantu pos pengeluaran lain tetap terkendali selama liburan.
Calya dan Sigra juga kerap dipilih keluarga untuk perjalanan jarak jauh karena kapasitas penumpangnya memadai. Karena itu, perhitungan biaya seperti ini bisa menjadi acuan praktis sebelum menentukan bujet menuju Bali.
Rute Solo menuju Pelabuhan Ketapang sendiri menempuh jarak sekitar 550 kilometer melalui jalan tol Trans Jawa. Setelah tiba di Ketapang, perjalanan masih harus dilanjutkan dengan penyeberangan ke Pelabuhan Gilimanuk di Bali.
Dengan komposisi biaya yang sudah jelas sejak awal, perjalanan Solo-Bali memakai dua model LCGC tujuh penumpang ini memberi gambaran yang cukup realistis bagi keluarga. Pengeluaran non-BBM tetap besar, tetapi total anggaran masih bisa diperkirakan tanpa kejutan berarti sebelum mobil meninggalkan Solo.
Source: otomotif.kompas.com






