Michael Bisping menilai Ilia Topuria punya peluang besar untuk menyelesaikan duel melawan Justin Gaethje dengan cepat di UFC Freedom 250 yang digelar di Gedung Putih, Washington. Ia bahkan tidak menutup kemungkinan laga penyatuan gelar kelas ringan itu berakhir sesuai ancaman Topuria yang menyebut Gaethje tidak akan bertahan lebih dari dua menit.
Keyakinan Bisping berangkat dari catatan Topuria yang masih sempurna, yakni 17 kemenangan tanpa kekalahan. Menurut mantan juara kelas menengah UFC itu, rekor tersebut menunjukkan bahwa petarung asal Spanyol itu bukan hanya konsisten menang, tetapi juga mampu menuntaskan lawan-lawannya dengan cara yang meyakinkan.
Topuria dianggap lebih efisien saat mencari celah
Bisping menilai Topuria sebagai petarung yang sangat teliti dan tepat sasaran ketika menyerang. Ia menyebut keunggulan utama Topuria bukan semata pada kekuatan pukulan, melainkan juga pada kemampuan menemukan celah untuk mengakhiri pertarungan.
“Dia sangat teliti, dia tepat sasaran, dia memiliki kekuatan yang luar biasa,” kata Bisping kepada MMA Junkie. Ia juga menyoroti bahwa pola kemenangan Topuria terus terlihat saat menghadapi nama-nama besar di kelasnya.
Nama Max Holloway, Volkanovski, dan Charles Oliveira disebut Bisping sebagai contoh paling jelas. Saat melawan Oliveira, Topuria sempat berada dalam situasi berbahaya ketika lawannya mencoba menjatuhkannya, sebelum akhirnya membalik keadaan dan menang KO.
Pengalaman panjang Gaethje tetap jadi ancaman
Meski condong kepada Topuria, Bisping tetap memberi respek besar kepada Justin Gaethje. Ia mengakui Gaethje adalah petarung hebat yang sudah lama berada di level atas dan selalu berbahaya dalam pertarungan keras.
Namun, Bisping juga menilai Gaethje sudah melalui banyak duel berat yang bisa meninggalkan dampak pada daya tahan di oktagon. Ia menyinggung laga lima ronde terakhir Gaethje yang menguras tenaga dan menghasilkan banyak kerusakan fisik.
Bagi Bisping, kondisi itu membuat Topuria terlihat lebih berbahaya bila mendapat satu peluang bersih. Satu serangan tepat, menurutnya, bisa menjadi pembeda besar dalam pertarungan ini.
Ancaman kemenangan cepat dinilai bukan sekadar omong kosong
Topuria sebelumnya sempat mengatakan bahwa ia akan mematahkan rahang Gaethje dalam 15 detik pertama. Bisping menilai ucapan itu tidak sepenuhnya mustahil, karena kepercayaan diri Topuria didukung oleh kemampuan nyata di dalam oktagon.
“Maksud saya, dia mengatakan bahwa dia akan mematahkan rahangnya dalam 15 detik pertama. Kita tidak pernah tahu, mungkin kita akan melihat itu,” ucap Bisping. Meski begitu, ia juga mengingatkan bahwa MMA selalu menyimpan ruang untuk kejutan.
Gaethje tetap dipandang sebagai petarung tangguh yang bisa berubah sangat berbahaya dalam situasi apa pun. Karena itu, peluang kejutan masih terbuka, tetapi penilaian Bisping tetap mengarah pada Topuria sebagai favorit untuk menang.
Pertemuan keduanya kini menarik perhatian besar karena mempertemukan rekor tak terkalahkan Topuria dengan reputasi keras Gaethje di kelas ringan. Di UFC Freedom 250, duel ini dipandang bisa berakhir sangat cepat atau berubah menjadi ujian panjang bagi salah satu petarung paling berbahaya di divisinya.
Source: www.viva.co.id






