Bitcoin kembali berada di bawah tekanan berat setelah turun menembus level US$60.000 dan mencatat bulan terburuknya sejak Juni 2022. Pelemahan ini memperpanjang jarak dengan rekor tertinggi yang sempat dicapai pada awal Oktober.
Dalam paruh pertama tahun ini, harga Bitcoin sudah terkoreksi sekitar 33% secara year to date. Pada saat yang sama, S&P 500 justru naik lebih dari 9%, sehingga kontras performa antara aset kripto dan pasar saham semakin mencolok.
Tekanan jual belum mereda
Gelombang penurunan terbaru datang bersamaan dengan tekanan jual dan likuidasi paksa yang mengingatkan pasar pada fase pelemahan besar di siklus sebelumnya. Meski begitu, sejumlah analis menilai kondisi kali ini belum sepenuhnya sama dengan pasar bear kripto terdahulu.
Salah satu pembeda yang disorot adalah belum munculnya kebangkrutan besar yang selama ini kerap menjadi penanda fase terburuk dalam siklus kripto. Compass Point menilai pola akhir siklus biasanya ditandai kehancuran yang lebih dalam, namun tanda itu belum terlihat kali ini.
Strategy dan arus dana ETF ikut menjadi perhatian
Analis Ed Engel dari Compass Point menulis pada Senin bahwa Strategy sempat menjadi kandidat utama di mata para penjual, tetapi langkah perusahaan itu justru meredakan sebagian kekhawatiran pasar. Strategy mengumumkan telah menghimpun lebih dari US$1 miliar untuk menambah cadangan kas, bukan untuk membeli lebih banyak Bitcoin.
Langkah tersebut dinilai memberi sinyal yang lebih tenang bagi investor karena berkaitan dengan likuiditas perusahaan dan kemampuannya membayar dividen. Engel juga menilai deleveraging sejauh ini masih banyak terkonsentrasi di pasar terdesentralisasi dan belum menyebar luas ke industri kripto.
Di sisi lain, sentimen Bitcoin juga tertekan oleh keluarnya dana besar dari spot bitcoin ETF di bursa AS. Bloomberg mencatat penarikan lebih dari US$4,1 miliar dari 13 dana sepanjang Juni, menjadi arus keluar bulanan terbesar sejak produk itu diluncurkan pada Januari 2024.
Pasar belum melihat dasar harga
Tekanan tambahan datang dari kekhawatiran atas kemungkinan kenaikan suku bunga The Federal Reserve. Jika likuiditas makin mengetat, minat terhadap aset berisiko seperti Bitcoin bisa terus tertekan.
David Grider dari Finality Capital Partners menilai pasar Bitcoin belum menemukan titik dasar. Ia memperkirakan dasar harga baru mungkin terbentuk pada September atau Oktober, tidak hanya untuk Bitcoin tetapi juga untuk sebagian besar aset digital lain di sekitarnya.
Grider bahkan menilai skenario penurunan ke level US$40.000 atau US$45.000 bukan hal yang berlebihan. Pandangan itu menegaskan bahwa pasar masih berada dalam fase pencarian keseimbangan setelah koreksi panjang dari puncak sebelumnya.
