Bitcoin kembali menjadi pusat perhatian setelah harganya turun di bawah $60.000 dan bergerak menuju kinerja bulanan terburuk sejak Juni 2022. Tekanan jual yang belum mereda membuat aset kripto terbesar di dunia ini berada dalam fase yang semakin sensitif terhadap sentimen pasar.
Sejumlah pelaku pasar kini menilai ruang penurunan masih terbuka. David Grider dari Finality Capital Partners menyebut bitcoin belum mencapai titik terendah dan memperkirakan dasar baru bisa terbentuk pada September atau Oktober untuk bitcoin serta sebagian besar aset digital di sekitarnya.
Level yang mulai diperhitungkan pasar
Grider juga menilai area $40.000 hingga $45.000 masih layak dipertimbangkan sebagai skenario bawah. Pandangan itu muncul ketika bitcoin masih diperdagangkan sekitar 52% di bawah puncak rekornya, sehingga pasar belum melihat tanda pemulihan yang benar-benar meyakinkan.
Tekanan ini datang setelah bitcoin merosot dari rekor tertingginya pada awal Oktober. Pola jual dan likuidasi paksa yang muncul saat ini disebut mirip dengan fase penurunan besar pada siklus sebelumnya, meski situasinya tidak sepenuhnya sama.
Faktor yang memperburuk sentimen
Kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve ikut menambah beban di pasar kripto. Likuiditas yang makin menipis jika bank sentral memperketat kebijakan moneter menjadi salah satu perhatian utama investor.
Di sisi lain, ETF spot bitcoin yang tercatat di Amerika Serikat juga sedang menuju arus keluar bulanan terbesar sejak peluncurannya pada Januari 2024. Menurut data Bloomberg, investor telah menarik lebih dari $4,1 miliar dari 13 produk itu sepanjang Juni.
| Indikator | Data Terkini | Keterangan |
|---|---|---|
| Harga bitcoin | Di bawah $60.000 | Menekan sentimen pasar |
| Kinerja bulanan | Menuju terburuk sejak Juni 2022 | Menunjukkan tekanan jual yang berlanjut |
| Arus keluar ETF spot bitcoin | Lebih dari $4,1 miliar | Penarikan sepanjang Juni dari 13 produk |
| Posisi dari puncak | Sekitar 52% di bawah rekor | Masih jauh dari level tertinggi |
Perbandingan dengan siklus sebelumnya
Meski tekanan terasa berat, para analis menilai kondisi kali ini belum disertai kebangkrutan besar yang biasanya mewarnai pasar bearish kripto sebelumnya. Deleveraging juga disebut lebih banyak terkonsentrasi di pasar terdesentralisasi dan belum meluas ke seluruh industri kripto.
Compass Point analyst Ed Engel mengatakan siklus kripto secara historis kerap berakhir dengan ledakan besar, dan Strategy sempat menjadi kandidat utama bagi para bearish. Ia menambahkan bahwa siklus kali ini belum menghadapi insolvensi besar yang terkait dengan leverage atau fraud.
Langkah Strategy ikut dipantau
Salah satu kabar yang sempat meredakan kekhawatiran pasar datang dari Strategy, raksasa treasury aset digital dengan kode saham MSTR. Perusahaan itu pada Senin mengatakan telah mengumpulkan lebih dari $1 miliar untuk menambah cadangan kas, bukan untuk membeli bitcoin lagi.
Langkah tersebut dipandang lebih menenangkan bagi investor karena berkaitan dengan likuiditas perusahaan dan kemampuannya membayar dividen. Di tengah kondisi pasar yang rapuh, keputusan itu ikut dibaca sebagai sinyal bahwa tekanan tidak hanya datang dari harga bitcoin, tetapi juga dari cara pelaku pasar menilai ketahanan perusahaan yang terkait erat dengan aset digital tersebut.
Untuk sementara, kombinasi arus keluar ETF, kekhawatiran suku bunga, dan likuiditas yang menipis masih menahan harapan pemulihan cepat. Selama tekanan jual belum berhenti, pasar tampak terus menghitung seberapa jauh bitcoin bisa turun sebelum menemukan dasar baru.







