Bitcoin Terpukul Balik Ke Titik Awal, Euforia Era Trump Dan ETF Kini Memudar

Author: Redaksi Android62

Bitcoin kembali jatuh di bawah $60,000 dan kini berada hampir 52% di bawah rekor tertingginya. Penurunan itu menandai pudarnya reli besar yang dulu sempat menghapus semua kenaikan era kemenangan pemilihan ulang Donald Trump.

Posisi terbaru Bitcoin berada di sekitar $60,619, atau sekitar 12.6% di bawah harga penutupan pada hari pemungutan suara 5 November 2024 yang berada di kisaran $69,355. Sebelum pemilu, aset kripto terbesar itu ditutup di sekitar $67,793, lalu melonjak ke atas $75,000 pada hari berikutnya.

Dari euforia ke koreksi tajam

Lonjakan awal Bitcoin sempat berlanjut hingga sekitar $109,000 pada Januari saat Trump dilantik untuk kedua kalinya. Pergerakan itu didorong oleh ekspektasi pasar terhadap pemerintahan yang lebih ramah kripto, ditambah arus masuk besar ke ETF Bitcoin.

Dana kelolaan ETF Bitcoin naik dari sekitar $37 miliar pada Januari 2025 menjadi lebih dari $62 miliar pada puncaknya di 2025. Selain itu, perusahaan publik juga ikut menambah eksposur, memperkuat reli yang sempat membuat pasar kripto terlihat sangat optimistis.

Tekanan mulai berubah arah

Situasinya berbalik setelah Bitcoin mencapai puncak sekitar $126,080 pada Oktober 2025. Tidak lama setelah itu, pasar kripto diguncang gelombang likuidasi rekor senilai $19 miliar yang memicu tekanan jual lebih dalam.

Dalam koreksi tersebut, harga Bitcoin turun dari atas $121,000 ke $106,000. Setelah sempat memantul tipis, pergerakannya tetap lemah sampai akhir tahun dan kembali turun ke sekitar $88,000 saat kalender berganti.

ETF dan institusi tak lagi menopang seperti sebelumnya

Tekanan berikutnya datang dari arus dana ETF Bitcoin yang mulai berbalik. Data Farside menunjukkan penarikan bersih pada Januari mencapai lebih dari $1.5 miliar, setelah produk itu sebelumnya tumbuh stabil sepanjang 2025.

Di saat yang sama, lingkungan makro juga menjadi lebih berat. Ketidakpastian ekonomi dan risiko geopolitik dari perang Iran mulai menumpuk pada Februari, bersamaan dengan naiknya peluang kenaikan suku bunga, bukan pemotongan seperti yang sebelumnya diharapkan pasar.

Sinyal hati-hati dari tokoh bullish

Perubahan sentimen makin terasa ketika tokoh yang selama ini sangat identik dengan tesis bullish Bitcoin mulai memberi sinyal lebih hati-hati. Pada akhir Mei, Michael Saylor melepas 32 BTC dari treasury perusahaannya senilai sekitar $2.5 juta.

Saylor sebelumnya dikenal sangat agresif mendukung Bitcoin, sehingga langkah itu dipandang sebagai pukulan bagi psikologi pasar. Ia juga menyebut adanya rotasi modal yang ia gambarkan sebagai “historical” dari kripto ke AI, sembari menyoroti lebih dari $4 miliar outflow ETF dalam waktu kurang dari sebulan sebagai salah satu faktor pelemahan.

Dukungan politik masih ada, tetapi pasar belum pulih

Di tengah tekanan harga, Bitcoin tercatat hampir 52% di bawah rekor tertingginya. Pasar kini masih menimbang apakah pengaruh Trump terhadap kripto benar-benar mulai memudar, meski sejumlah kebijakan sempat memberi dukungan.

Trump sebelumnya menulis bahwa ia akan “never let crypto down,” dan GENIUS Act sudah ditandatangani menjadi undang-undang untuk memberi kejelasan regulasi bagi adopsi stablecoin. Namun rencana cadangan Bitcoin bergerak dengan pace yang disebut “deliberate,” sementara Clarity Act yang lebih luas masih belum sampai garis akhir meski sudah lolos suara komite pada Mei.

Berita Terbaru