Tekanan jual di pasar kripto kembali memukul Bitcoin hingga menyentuh level terendah dalam 21 bulan. Pada perdagangan Rabu, harga sempat turun ke $59,2175 sebelum pulih ke $60,700, atau melemah 2,7% dalam 24 jam menurut CoinGecko.
Penurunan itu memperpanjang tren negatif Bitcoin menjadi hari ketiga berturut-turut. Pergerakan tersebut juga mencerminkan sentimen hati-hati yang turut terasa di Wall Street, saat investor masih melepas aset digital secara agresif.
Altcoin ikut melemah tajam
Pelemahan Bitcoin segera menjalar ke deretan altcoin utama. Ethereum turun 3,1% ke $1,610, XRP turun 3,1% ke $1.07, Solana terkoreksi 2,6% ke $67, dan Dogecoin merosot 4,6% ke 7,5 sen.
Tekanan pada XRP sempat membawa aset itu mendekati risiko turun di bawah $1 untuk pertama kalinya sejak tak lama setelah kemenangan pemilihan ulang Donald Trump pada 2024. Dogecoin pun sempat menyentuh level terendah sejak akhir 2023, memperlihatkan lemahnya minat pada aset berisiko di pasar kripto.
Saham kripto juga tidak luput
Guncangan tidak berhenti di pasar token. Saham-saham crypto-native ikut jatuh lebih dalam dibandingkan penurunan Nasdaq yang 0,4%, dengan indeks itu dipimpin Micron Technology sebelum perusahaan tersebut merilis laporan keuangannya.
Strategy, perusahaan treasury Bitcoin, turun 9% ke $94.43 setelah sempat bangkit dari level terendah 27 bulan di $92.28. Saham preferennya, Stretch (STRC), juga mencatat level terendah baru pada Rabu setelah sebelumnya membukukan penurunan rekor pada pekan lalu.
Coinbase terkoreksi 5% ke $150.11, sementara Robinhood turun 5,8% ke $97.21. BitMine, pemegang korporasi Ethereum terbesar, ikut melemah 7,4% ke $14.01 dan menyentuh level terendah sejak perusahaan itu mulai mengakumulasi aset digital tersebut setahun lalu.
Pasar menunggu data inflasi dan arah Fed
Tekanan di pasar muncul menjelang rilis ukuran inflasi favorit Federal Reserve, yaitu indeks Personal Consumption Expenditures. Ekonom memperkirakan indeks itu naik 4,1% secara tahunan pada Kamis, dengan laju kenaikan yang diperkirakan menguat untuk bulan ketiga berturut-turut.
Setelah komentar hawkish dari Ketua Fed Kevin Warsh sepekan lalu, pasar juga mencerna ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat. Berdasarkan CME Watch, pelaku pasar masih memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September.
Trader mulai pasif di tengah pasar yang lesu
Di tengah pergerakan harga yang melemah, sebagian trader tampak semakin pasif. Jasper De Maere, OTC trader di firma perdagangan kripto Wintermute, menilai arus dana menunjukkan banyak pelaku pasar mulai memasuki masa libur musim panas.
Ia mengatakan pasar kemungkinan berkonsolidasi di level saat ini, tetapi tetap rentan terhadap pergerakan saham. Jika rotasi risk-off berlanjut, menurut dia, pasar ekuitas berpotensi menyeret kripto turun bersama-sama.
Juan Leon, senior investment strategist di Bitwise, menilai hari-hari seperti ini memang terasa menyakitkan. Namun ia menekankan bahwa penurunan tajam di kripto bukan hal baru, sementara teknologi di baliknya terus diadopsi sebagai bentuk baru infrastruktur pasar.







