Block Simpan Bitcoin Senilai Rp35 Triliun, Cadangannya Bisa Dicek Publik di Laporan Q1

Author: Redaksi Android62

Block kini tercatat memegang 28.355 BTC dengan nilai sekitar $2,2 miliar dalam laporan proof-of-reserves kuartal pertama. Dari jumlah tersebut, 19.357 BTC senilai sekitar $1,5 miliar berada atas nama pelanggan, sedangkan 8.997 BTC lainnya atau sekitar $692,3 juta masuk ke aset treasury perusahaan.

Angka itu menempatkan Block sebagai salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar di pasar. Berdasarkan data BitcoinTreasuries.net, posisi perusahaan milik Jack Dorsey itu ada di urutan ke-14, tepat di belakang Trump Media dalam daftar kepemilikan Bitcoin perusahaan.

Fokus pada cadangan yang bisa diverifikasi

Block menegaskan bahwa laporan cadangan tidak hanya soal menunjukkan jumlah aset yang dimiliki. Perusahaan ingin memastikan bahwa Bitcoin yang dilaporkan dapat dicek secara terbuka oleh pihak luar, bukan sekadar diterima berdasarkan klaim internal.

Dalam pernyataannya, Block mengatakan, “People shouldn’t have to trust that their Bitcoin is there, they should be able to verify it.” Sikap itu menegaskan bahwa transparansi menjadi bagian utama dari pendekatan perusahaan terhadap aset digitalnya.

Block juga menyebut cadangannya sebagai aset yang “actively controlled, not just historically observed.” Artinya, aset tersebut bukan hanya pernah tercatat dalam data lama, tetapi memang dikelola secara aktif saat ini.

Dikonfirmasi auditor pihak ketiga

Laporan proof-of-reserves tersebut tidak berdiri sendiri. Temuan Block telah dikonfirmasi oleh auditor pihak ketiga, sehingga ada lapisan verifikasi tambahan atas data yang dipublikasikan perusahaan.

Pendekatan ini menjadi penting di tengah meningkatnya perhatian industri kripto terhadap bukti cadangan. Setelah kejatuhan FTX pada November 2022, banyak pelaku pasar menilai transparansi cadangan perlu diperkuat agar kepercayaan publik tidak bertumpu pada pernyataan sepihak.

Melalui model ini, Block menyampaikan bahwa siapa pun dapat memeriksa kepemilikan Bitcoin secara independen lewat tanda tangan on-chain. Langkah tersebut memperlihatkan dorongan agar cadangan perusahaan dapat diuji, bukan hanya diumumkan.

Strategi aset digital yang ditunjukkan ke pasar

Porsi hampir 9.000 BTC di treasury korporasi menunjukkan bahwa Bitcoin masih menjadi bagian penting dari strategi aset digital Block. Di saat sejumlah perusahaan cenderung berhati-hati terhadap eksposur kripto, Block justru memasukkan kepemilikannya ke dalam laporan yang bisa diaudit.

Pilihan itu memberi sinyal bahwa Bitcoin tidak hanya disimpan sebagai aset neraca. Block juga ingin menunjukkan kepada pasar bahwa kepemilikan tersebut dikelola dengan mekanisme yang terbuka dan dapat diverifikasi.

Di sisi lain, keberadaan 19.357 BTC atas nama pelanggan memperlihatkan bahwa cadangan yang dilaporkan perusahaan tidak hanya terkait kepentingan internal. Susunan kepemilikan ini ikut memperjelas skala peran Block dalam pengelolaan Bitcoin di ekosistemnya.

Perdebatan soal keterbukaan cadangan

Meski proof-of-reserves semakin sering dibahas, metode ini tetap memunculkan perbedaan pandangan. Michael Saylor, executive chairman Strategy, pada Mei 2025 menyatakan bahwa publikasi alamat wallet bisa membuka risiko baru karena riwayat transaksi lama dan transaksi berikutnya dapat ditelusuri.

Saylor menyebut pendekatan itu “a proof of assets that is insecure, and it is not a proof of liabilities,” yang menunjukkan keberatannya terhadap model pembuktian cadangan berbasis alamat terbuka. Pandangan tersebut menegaskan bahwa transparansi total tidak selalu dipandang sebagai jawaban yang aman.

Block tetap memilih jalur yang berlawanan dengan penekanan pada verifikasi publik. Dengan nilai Bitcoin yang dilaporkan mencapai sekitar $2,2 miliar, perhatian pasar kini tidak hanya tertuju pada besarnya cadangan, tetapi juga pada cara perusahaan membuka data tersebut kepada publik. Laporan pendapatan kuartal pertama Block dijadwalkan keluar pada 7 Mei, sehingga fokus pasar juga akan mengarah pada bagaimana perusahaan mengelola aset digitalnya ke depan.

Berita Terbaru