Gelombang gempa kecil kembali tercatat di Jawa Barat ketika Garut diguncang getaran dangkal pada Senin pukul 22.51 WIB. BMKG mencatat gempa terbaru itu bermagnitudo 1,8 dengan pusat gempa di darat, sekitar 19 kilometer barat laut Kabupaten Garut.
Kedalaman gempa tersebut hanya 10 kilometer sehingga masuk kategori gempa dangkal. BMKG menyampaikan informasi awal itu melalui akun X @infoBMKG dan menegaskan data yang dirilis masih bisa berubah setelah pengolahan yang lebih lengkap.
Getaran malam menutup rangkaian gempa seharian
Gempa di Garut bukan satu-satunya aktivitas seismik yang terekam BMKG di Jawa Barat pada Senin itu. Sejak pagi hingga siang, tiga gempa kecil lebih dulu tercatat di Sumedang, Pangandaran, dan Bandung.
Urutan kejadian itu memperlihatkan adanya aktivitas gempa berulang dalam satu hari di wilayah yang sama. Meski seluruhnya berkekuatan kecil, catatan BMKG menunjukkan Jawa Barat mengalami getaran dalam rentang waktu yang berdekatan.
Sumedang dan Pangandaran lebih dulu bergerak
Gempa pertama tercatat terjadi di Sumedang pada pukul 08.27 WIB. BMKG mencatat kekuatannya Magnitudo 2,0 dengan pusat gempa di darat, sekitar 13 kilometer barat laut Kabupaten Sumedang, pada kedalaman 5 kilometer.
Beberapa jam kemudian, Pangandaran ikut mengalami getaran pada pukul 12.57 WIB. Gempa itu bermagnitudo 2,9 dengan pusat gempa di laut, sekitar 109 kilometer selatan Kabupaten Pangandaran, dan berada pada kedalaman 30 kilometer.
Garut berada di titik yang dangkal dan di darat
Informasi gempa malam di Garut menjadi perhatian karena karakter lokasi dan kedalamannya. Pusat gempa berada di darat dan hanya sedalam 10 kilometer, sehingga termasuk gempa dangkal.
BMKG menegaskan bahwa data awal seperti ini masih bersifat cepat. Artinya, rincian yang sudah diumumkan bisa saja diperbarui setelah hasil pengolahan data berikutnya masuk.
Aktivitas seismik berurutan di Jawa Barat
Rangkaian gempa kecil yang tercatat pada hari yang sama membuat Jawa Barat kembali berada dalam sorotan aktivitas seismik. Tiga gempa pada pagi hingga siang, lalu gempa Garut pada malam hari, menunjukkan rentetan getaran yang berdekatan waktunya.
Walau kekuatannya relatif kecil, gempa dangkal biasanya langsung menjadi perhatian karena karakter getarannya cepat tercatat. BMKG sendiri belum mengubah keterangan dasar mengenai lokasi dan kedalaman gempa Garut, sambil terus membuka ruang pembaruan data dari proses pengolahan lanjutan.
Source: priangan.tribunnews.com






