BMW iX3 50 xDrive menjadi bintang utama dalam uji jarak tempuh EV independen di Norwegia setelah mencatat 781 km dalam sekali pengisian daya. Hasil itu menempatkannya paling jauh di antara 24 model yang ikut dites, sekaligus menunjukkan bahwa angka resmi dan performa di jalan raya masih bisa bertemu, bahkan dilampaui.
Pencapaian tersebut juga punya makna lain karena iX3 justru melampaui estimasi EPA yang dipasarkan sebesar 11,7 persen. Di saat yang sama, mobil ini juga melewati angka resmi WLTP sebesar 1,5 persen, sehingga hasilnya terlihat kuat bukan hanya di atas kertas, tetapi juga di kondisi pengujian nyata.
Tes itu digelar oleh Norwegian Automobile Federation atau NAF bersama majalah anggotanya, Motor, lewat ajang dua tahunan El Prix. Format pengujian dibuat untuk melihat seberapa dekat klaim pabrikan dengan hasil sebenarnya di jalan raya, lalu setiap mobil dijalankan sampai baterainya benar-benar habis.
Kondisi pengujian kali ini berlangsung pada musim panas Norwegia, dengan jalanan kering dan suhu berada di kisaran 12 hingga 18°C. Situasi tersebut membuat hasilnya relevan bagi pembeli EV yang ingin mengetahui jarak tempuh nyata, bukan sekadar angka di brosur.
Bagi BMW, hasil ini terasa semakin menonjol karena merek asal Jerman itu memang punya catatan bagus di tes yang sama. Generasi iX3 sebelumnya masih memegang rekor deviasi positif musim panas sepanjang masa setelah melampaui klaimnya 23,5 persen dengan jarak 556 km pada tes 2021.
Dengan capaian terbaru itu, BMW kembali menunjukkan pola yang konsisten dalam pengujian El Prix. Pada kondisi yang mendukung, angka resmi dan hasil dunia nyata bisa saling mendekat, bahkan terlewati.
Meski BMW keluar sebagai yang terjauh, rekor jarak terpanjang sepanjang sejarah El Prix masih berada di tangan Lucid Air. Mobil tersebut sempat menempuh 832 km pada musim panas 2025, sementara Lucid Gravity SUV yang ikut dalam pengujian kali ini menempuh 720 km sebelum baterainya habis.
Gravity SUV itu finis 3,7 persen di bawah perkiraan yang ditetapkan. Hasilnya menempatkan Lucid tetap kompetitif, tetapi belum menyamai capaian rekor milik Air di ajang yang sama.
Di antara peserta lain, XPeng X9 menjadi model yang paling mencolok dibanding klaim pabrikannya sendiri. Minivan asal China itu menempuh 646 km, atau 11,4 persen di atas rating WLTP-nya yang 580 km.
NAF menilai hasil XPeng bukan kejutan tunggal, karena pada tes 2023 SUV G9 juga melampaui jarak yang diiklankan sebesar 13 persen. Di sisi berlawanan, MG IM6 sedan justru hanya menempuh 446 km dan finis 11,7 persen di bawah angka WLTP.
Nils Sødal, penasihat komunikasi senior di NAF, menyebut hasil MG itu mengejutkan tim penguji. Ia juga menyoroti bahwa model MG lain, S6, justru mencatat deviasi positif 3,4 persen dalam tes yang sama.
Di luar dua ujung ekstrem tersebut, sebagian besar mobil berada cukup dekat dengan angka resmi masing-masing. NAF mencatat seluruh field lain menyimpang dalam rentang minus 5,7 persen hingga plus 5,4 persen, sehingga perbedaan antarmodel tetap terlihat rapat.
Toyota bZ4X facelift juga menarik perhatian karena hasilnya tepat sama dengan klaim WLTP, yaitu 506 km. Namun pengemudi mencatat indikator baterai sudah menunjukkan 0 persen ketika mobil masih bisa menempuh 18 km lagi sebelum akhirnya berhenti total.
Gambaran dari El Prix kali ini memperlihatkan bahwa klaim resmi masih perlu dibaca bersama hasil pengujian lapangan. Dalam kondisi yang relatif ideal sekalipun, hanya sebagian kecil mobil yang mampu benar-benar melampaui ekspektasi, dan BMW iX3 50 xDrive kini menjadi salah satu contoh paling kuat dari capaian tersebut.
Source: www.carscoops.com






