BMW S 1000 R Lebih Tajam dan Mewah, Yamaha MT-10 Tetap Punya Karakter Liar

Author: Redaksi Android62

Di kelas hypernaked, BMW S 1000 R tampil sebagai opsi yang paling dekat dengan rasa superbike tanpa fairing. Motor ini membawa mesin turunan S 1000 RR, lalu menggabungkannya dengan handling tajam dan paket elektronik yang sangat lengkap.

Karakter itu membuatnya berbeda jauh dari Yamaha MT-10 yang lebih mengutamakan sensasi liar dan torsi yang terasa spontan. Meski sama-sama mengusung mesin empat silinder segaris, keduanya menawarkan pengalaman berkendara yang tidak berada di jalur yang sama.

BMW S 1000 R: presisi, ringan, dan sangat tajam

BMW S 1000 R memakai mesin inline 4 silinder 999cc DOHC 16-katup berpendingin radiator. Tenaganya mencapai 170 hp pada 11.000 rpm dengan torsi 114 Nm pada 9.250 rpm, dan semuanya disalurkan lewat transmisi manual 6-speed.

Di atas kertas, angkanya sangat dekat dengan rival Jepang tersebut. Namun saat dipacu, karakter BMW terasa lebih halus dan lebih rapi, sehingga akselerasinya hadir dengan delivery tenaga yang refined.

Kelebihan terbesarnya ada pada pengendalian. Bobotnya lebih ringan dari MT-10, sementara rasa setirnya tajam saat masuk tikungan cepat.

Itulah alasan banyak penguji menilai S 1000 R lebih cocok untuk track day dan riding agresif di lintasan. Posisi berkendaranya juga sedikit lebih sporty, sehingga nuansanya semakin mendekati superbike.

Yamaha MT-10: bertenaga, emosional, dan penuh rasa mekanikal

Di sisi lain, Yamaha MT-10 membawa mesin CP4 crossplane inline 4 silinder 998cc DOHC 16-katup berpendingin radiator. Mesin turunan YZF-R1 ini menghasilkan 163,6 hp pada 11.500 rpm dan torsi 112 Nm pada 9.000 rpm, dengan transmisi manual 6-percepatan.

Karakter tenaganya terasa kuat sejak putaran bawah hingga menengah. Saat gas dibuka, responsnya spontan dan suara crossplane khas Yamaha menambah kesan liar yang sulit ditiru.

MT-10 memang agresif, tetapi setelan suspensinya dibuat sedikit lebih santai dibanding BMW. Karena itu, motor ini terasa lebih nyaman untuk jalan umum dan touring cepat daripada untuk fokus ke lintasan.

Posisi duduknya juga lebih tegak dan nyaman. Banyak rider menilai konfigurasi ini membuat MT-10 lebih ramah untuk fun riding dan penggunaan harian.

Elektronik modern di dua sisi yang berbeda

Meski karakternya berbeda, keduanya sama-sama dibekali teknologi modern. Yamaha memasang IMU 6-axis, traction control, slide control, wheelie control, cruise control, dan quickshifter pada MT-10.

BMW juga tidak kalah lengkap lewat Dynamic Damping Control, cornering ABS, launch control, engine brake control, cruise control, dan riding mode Pro. Paket ini memperkuat citra S 1000 R sebagai hypernaked yang sangat matang dari sisi kontrol.

Perbedaan lain juga terlihat dari kesan keseluruhan motor. BMW membawa build quality, panel TFT, switchgear, dan finishing yang memberi aura premium lebih kuat.

Yamaha justru menonjol lewat sensasi mekanikal yang lebih emosional. Kombinasi mesin crossplane dan setelan yang tidak terlalu kaku membuat MT-10 terasa lebih hidup saat dipakai santai maupun kencang.

Soal harga dan karakter, pilihannya sangat bergantung pada rider

Harga global Yamaha MT-10 dimulai dari 14.999 USD atau sekitar Rp 264 jutaan. Sementara itu, BMW S 1000 R dibanderol mulai 15.385 USD atau sekitar Rp 270,8 jutaan.

Selisihnya tidak terlalu jauh, tetapi filosofi keduanya sangat berbeda. MT-10 cocok untuk rider yang mencari motor dengan tenaga terasa liar dan penuh karakter, sedangkan S 1000 R lebih pas untuk rider yang ingin presisi, teknologi, dan rasa berkendara yang lebih dekat ke superbike.

Di kelas hypernaked, duel ini tidak hanya soal angka tenaga. Yamaha MT-10 bermain di sisi brutal yang emosional, sedangkan BMW S 1000 R hadir sebagai pilihan presisi dengan handling tajam dan paket elektronik yang sangat modern.

Source: ridertua.com
Berita Terbaru