Video uji jatuh yang diduga menampilkan iPhone 18 Pro sempat muncul di internet, lalu menghilang dalam waktu singkat. Klip itu langsung memicu perhatian karena memperlihatkan warna silver-gray dan sejumlah perubahan desain yang belum pernah dikonfirmasi Apple.
Yang membuat isu ini semakin ramai adalah dugaan keterkaitannya dengan kebocoran data besar di Tata Electronics, mitra manufaktur penting Apple di India. Dari insiden tersebut, muncul materi yang disebut memuat dokumen internal, informasi pemasok, detail komponen, nama kode, hingga foto pengujian iPhone 18 Pro.
Warna baru dan panel belakang yang lebih rapi
Dalam video yang beredar, perangkat yang diduga sebagai iPhone 18 Pro tampak hadir dengan warna silver-gray. Detail warna ini menjadi salah satu hal yang paling banyak dibahas karena memberi gambaran awal soal arah tampilan yang mungkin dipilih Apple untuk model flagship berikutnya.
Selain warna, bagian belakang perangkat juga menarik perhatian karena disebut tampak lebih seragam dibanding iPhone 17 Pro. Meski demikian, konfigurasi tiga kamera tetap dipertahankan, sehingga perubahan yang terlihat lebih mengarah pada penyegaran desain ketimbang perombakan total.
Lensa kameranya juga tampak sedikit lebih besar. Detail itu belum bisa dibaca sebagai peningkatan teknis tertentu, tetapi cukup untuk memunculkan dugaan bahwa ada perubahan komponen di balik desain yang terlihat lebih bersih tersebut.
| Detail Bocoran | Informasi yang Terlihat |
|---|---|
| Warna | Silver-gray |
| Desain belakang | Lebih seragam dibanding iPhone 17 Pro |
| Kamera | Tiga kamera tetap dipertahankan |
| Lensa | Tampak sedikit lebih besar |
Video yang hilang dan dugaan pembatasan penyebaran
Klip tersebut disebut sempat diunggah singkat oleh akun @EvLeaks di X sebelum kemudian tidak lagi tersedia. Hilangnya video itu membuat spekulasi baru muncul, terutama soal kemungkinan adanya langkah cepat untuk membatasi penyebarannya.
Di sisi lain, belum ada penjelasan resmi yang mengonfirmasi alasan klip itu menghilang dari internet. Karena itu, posisi video tersebut masih berada di wilayah rumor yang belum terverifikasi sepenuhnya.
Keterkaitan dengan kebocoran Tata Electronics
Reuters sebelumnya melaporkan bahwa serangan ransomware terhadap Tata Electronics mengekspos lebih dari 200.000 file rahasia di dark web. Di dalamnya disebut ada dokumen ber-watermark Apple, data pemasok, detail komponen, nama kode internal, dan foto drop-test iPhone 18 Pro.
Kemiripan antara isi materi yang bocor dan detail yang terlihat di video membuat dugaan keterkaitan keduanya makin kuat. Warna silver-gray, panel belakang yang lebih seragam, dan dokumentasi pengujian ketahanan menjadi titik yang paling sering dibahas dari kebocoran ini.
Kasus tersebut juga menyoroti betapa sensitifnya rantai pasok Apple terhadap kebocoran informasi. Ketika data dari mitra manufaktur keluar ke ruang publik, dampaknya bukan hanya soal keamanan, tetapi juga menyentuh strategi peluncuran produk yang masih dijaga ketat.
Apple disebut tengah menyelidiki
Apple dilaporkan sedang menyelidiki insiden itu sambil bekerja sama dengan Tata Electronics untuk memperkuat sistem keamanan. Langkah ini diarahkan untuk mencegah kebocoran serupa terulang di kemudian hari.
Sampai saat ini, Apple belum memberikan komentar publik mengenai video iPhone 18 Pro yang beredar maupun dugaan penghapusannya. Tidak ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi keaslian perangkat dalam klip tersebut.
Meski begitu, cepatnya video itu menghilang membuat isu ini terus dibicarakan di kalangan pengamat industri dan penggemar Apple. Untuk saat ini, detail yang paling konsisten dari bocoran tersebut tetap sama, yaitu warna silver-gray, susunan tiga kamera, lensa yang tampak lebih besar, dan panel belakang yang terlihat lebih seragam.
Selama belum ada pengumuman resmi dari Apple, seluruh informasi itu masih harus dipandang sebagai rumor yang bertumpu pada materi bocor dan dokumen internal yang diduga berasal dari insiden Tata Electronics.
Source: tech.sportskeeda.com






