Bocoran Steam Controller Baru Tembus US$ 99, Dua Trackpad Jadi Taruhan Valve

Steam Controller generasi baru langsung menjadi bahan pembicaraan setelah bocoran harga yang beredar menempatkannya di angka US$ 99. Di level itu, perangkat ini tidak lagi terlihat seperti kontroler biasa, melainkan produk premium yang harus punya alasan kuat untuk menjustifikasi banderolnya.

Perhatian publik pun bergeser dari sekadar rumor peluncuran ke pertanyaan yang lebih penting: apakah fitur yang ditawarkan memang cukup untuk membuat harga tersebut terasa masuk akal. Valve sendiri belum memberi konfirmasi resmi soal harga maupun jadwal rilis, sehingga seluruh pembahasan masih bertumpu pada informasi bocoran yang sempat muncul di kanal YouTube Techy Talk sebelum akhirnya dihapus.

Harga yang membuat ekspektasi naik

Banderol US$ 99 langsung memicu perbandingan dengan kontroler lain di kelas yang lebih umum. Dalam bahan referensi, harga itu disebut hanya terpaut US$ 25 dari kontroler PS5, sehingga posisi Steam Controller baru terasa cukup berani sejak awal.

Kondisi tersebut membuat pembeli wajar menuntut lebih dari sekadar fungsi standar. Pada harga seperti ini, nilai sebuah kontroler tidak hanya diukur dari kemampuannya untuk bermain game, tetapi juga dari seberapa jauh perangkat itu bisa memberi manfaat tambahan dalam penggunaan sehari-hari.

Dual trackpad jadi pembeda paling menonjol

Fitur yang paling menonjol dari bocoran ini adalah dual trackpad. Kehadiran elemen tersebut memberi kesan bahwa Steam Controller memang ingin keluar dari pola kontroler konvensional.

Dengan dual trackpad, pengguna disebut bisa mengontrol kursor dan melakukan scrolling tanpa perlu mouse terpisah. Pendekatan ini terasa cocok untuk pengguna PC yang sering berpindah antara bermain game dan menjelajahi antarmuka di layar besar atau dari sofa.

Di sinilah letak identitas Steam Controller yang berbeda. Perangkat ini tidak hanya diposisikan sebagai gamepad, tetapi juga sebagai alat navigasi PC yang lebih praktis saat mouse tidak selalu nyaman digunakan.

Relevan untuk game yang butuh presisi

Manfaat trackpad tampaknya akan lebih terasa pada game strategi dan simulasi. Genre seperti ini biasanya menuntut ketepatan pointer yang lebih baik dibandingkan kendali standar pada kontroler biasa.

Bagi pengguna yang ingin satu perangkat untuk berbagai kebutuhan, konsep seperti ini bisa terlihat sangat menarik. Steam Controller berpotensi menggabungkan fungsi kontroler ruang tamu dan alat input ala desktop dalam satu bentuk perangkat.

Fleksibilitas itu juga diperkuat oleh dukungan kustomisasi mendalam lewat Steam Input. Fitur ini menunjukkan bahwa Valve tampaknya menargetkan pengguna yang ingin pengaturan tombol dan profil kontrol yang lebih leluasa, bukan hanya pemain yang mencari kontroler untuk penggunaan dasar.

Fitur premium lain yang ikut menguatkan nilai jual

Selain trackpad ganda, bocoran spesifikasi juga menyebut thumbstick TMR. Teknologi ini diklaim dapat membantu mengurangi risiko stick drift, masalah yang sering menjadi keluhan pada kontroler modern.

Jika informasi itu akurat, maka daya tahan bisa menjadi salah satu pembenaran utama untuk harga premium. Produk yang lebih tahan lama memang cenderung lebih mudah diterima, terutama ketika posisinya sudah mendekati kelas atas.

Steam Controller juga disebut membawa tombol belakang tambahan. Kehadiran fitur ini memberi sinyal bahwa Valve ingin menawarkan perangkat dengan kemampuan lebih lanjut, bukan sekadar desain baru yang berbeda dari kontroler lain.

Berikut poin fitur yang paling banyak disorot dari bocoran awal:

  1. Dual trackpad untuk kontrol kursor dan scrolling.
  2. Thumbstick TMR untuk membantu menekan risiko stick drift.
  3. Tombol belakang tambahan.
  4. Kustomisasi mendalam melalui Steam Input.

Ada kompensasi yang mungkin terasa mengganjal

Meski terlihat kaya fitur, bocoran tersebut juga menyisakan catatan yang bisa mengurangi daya tariknya. Artikel referensi menyoroti tidak adanya rubber grip, yang bisa berdampak pada kenyamanan ketika sesi bermain berlangsung lama.

Ketiadaan jack headphone juga ikut menjadi sorotan. Pada harga US$ 99, absennya fitur seperti itu bisa dianggap sebagai kompromi yang cukup besar bagi sebagian calon pembeli, terutama mereka yang berharap kelengkapan lebih pada perangkat premium.

Dua hal ini penting karena menyangkut pengalaman pakai harian. Konsumen pada level harga seperti ini biasanya menilai bukan hanya inovasi, tetapi juga kenyamanan fisik dan kelengkapan fitur dasar.

Nilainya sangat tergantung pada siapa yang membeli

Pada akhirnya, Steam Controller baru tampak seperti perangkat yang memang tidak ditujukan untuk semua orang. Bagi pemain kasual, US$ 99 jelas bisa terasa mahal, apalagi jika kebutuhan utama hanya bermain game standar.

Sebaliknya, bagi pengguna PC yang ingin satu alat untuk bermain sekaligus menggantikan fungsi mouse dalam banyak situasi, harga itu mungkin terasa lebih masuk akal. Di kalangan pengguna seperti ini, fitur unik Steam Controller justru bisa menjadi alasan utama untuk menerima banderol premiumnya.

Karena Valve belum mengumumkan informasi resmi, semua penilaian masih berada di wilayah bocoran. Namun dari gambaran yang sudah muncul, Steam Controller terlihat diarahkan sebagai perangkat niche dengan fitur tinggi, dan daya tariknya kemungkinan paling kuat bagi pengguna yang memang membutuhkan pendekatan kontrol seperti ini.

Source: tech.sportskeeda.com

Berita Terkait