Bocorkan Film Aang Sebelum Tayang, Pria Singapura Terancam Penjara 7 Tahun dan Denda Besar

Author: Redaksi Android62

Kepolisian Singapura menangkap seorang pria berusia 26 tahun yang diduga membocorkan film animasi terbaru Paramount+, The Legend of Aang: The Last Airbender. Kasus ini langsung menarik perhatian karena materi yang belum dirilis itu telah lebih dulu beredar luas di internet.

Pria tersebut kini menghadapi ancaman hukuman berat karena dugaan akses tidak sah ke sebuah server media. Dalam ketentuan hukum Singapura, pelaku akses ilegal terhadap materi komputer dapat dipenjara maksimal tujuh tahun, didenda hingga $50.000 USD atau sekitar Rp862 juta, atau menerima keduanya.

Penyelidikan awal menyebut tersangka diduga memperoleh akses jarak jauh secara ilegal ke server media. Dari sana, ia disebut mengunduh film tersebut sebelum membagikannya ke platform X dan 4chan.

Kepolisian setempat juga menyita sejumlah perangkat elektronik yang diduga menyimpan salinan digital film itu. Langkah ini dilakukan untuk menelusuri jejak penyebaran materi yang sejak awal sudah meluas dengan cepat di ruang digital.

Kasus ini mulai ramai setelah akun X bernama @ImStillDissin mengunggah cuplikan film pada 12 April. Unggahan itu disebut telah dilihat lebih dari 31 juta kali, dan akun tersebut mengklaim Nickelodeon tidak sengaja mengirim email berisi “seluruh film Avatar Aang” kepadanya.

Dari titik itu, penyebaran konten bocoran berlangsung sangat cepat. Video dan cuplikan yang beredar tidak hanya muncul di X, tetapi juga berpindah ke forum lain, termasuk 4chan, sehingga upaya penarikan kembali materi menjadi semakin sulit.

Menurut laporan The Hollywood Reporter, versi lengkap film itu juga ikut bocor pada 13 April melalui akun lain yang diidentifikasi berbasis di Singapura. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa kebocoran terjadi secara sengaja, bukan sekadar insiden biasa.

Di tengah sorotan publik, pihak produksi ikut menyatakan kekecewaan. Flying Bark Productions, studio animasi asal Australia yang turut bermitra dalam proyek itu, menegaskan bahwa kebocoran tersebut bukan berasal dari studio mereka.

“Sangat memilukan melihat cuplikan dari The Legend of Aang: The Last Airbender bocor secara online,” kata juru bicara Flying Bark Productions. Pernyataan itu menggambarkan dampak besar yang dialami tim kreatif ketika karya yang dikerjakan bertahun-tahun tersebar sebelum waktunya.

Animator Julia Schoel juga menyuarakan kekecewaannya melalui akun X. Ia menegaskan bahwa para pembuat film telah bekerja selama bertahun-tahun dengan harapan hasilnya bisa dinikmati di bioskop, bukan beredar secara ilegal di media sosial.

Respons datang pula dari pengisi suara asli Toph Beifong, Michaela Jill Murphy. Ia meminta para penggemar untuk tidak ikut menyebarkan atau menonton bocoran tersebut, sebagai bentuk penghormatan kepada para seniman yang terlibat dalam produksi film.

Meski kasus ini memicu perhatian besar, jadwal rilis film tetap tidak berubah. The Legend of Aang: The Last Airbender, yang dibintangi Dave Bautista, Steven Yeun, dan Eric Nam, tetap dijadwalkan tayang pada 9 Oktober di Paramount+.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru