Bogor Line Kian Padat, KAI Siapkan Peron Baru untuk Layani 431.000 Penumpang per Hari

Author: Redaksi Android62

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan pengembangan kapasitas di Stasiun Bogor untuk merespons tingginya beban layanan Bogor Line. Salah satu fokus utamanya adalah penataan peron jalur 6, 7, dan 8 agar alur naik-turun penumpang lebih tertib saat jam sibuk.

Langkah ini disiapkan di tengah kebutuhan layanan yang terus meningkat, seiring Bogor Line melayani 78,07 juta pelanggan sepanjang semester I 2026. Dengan periode 181 hari, lintas tersebut rata-rata mengangkut sekitar 431.368 pelanggan per hari.

Arus Harian Stasiun Bogor Juga Sangat Besar

Beban layanan tidak hanya terlihat di lintasnya, tetapi juga di stasiunnya. Selama Januari hingga Juni 2026, Stasiun Bogor mencatat 18.451.462 pergerakan pelanggan, terdiri atas 9.371.057 gate in dan 9.080.405 gate out.

Rata-rata aktivitas stasiun itu mencapai sekitar 101.942 pergerakan pelanggan per hari. Angka tersebut menunjukkan posisi Stasiun Bogor sebagai salah satu simpul tersibuk di lintas Bogor.

Peron Jalur 6, 7, dan 8 Disiapkan untuk SF12

KAI menyiapkan peron jalur 6, 7, dan 8 agar mendukung pengoperasian rangkaian KRL dengan formasi 12 kereta atau SF12. Sebelumnya, jalur tersebut secara maksimal hanya melayani rangkaian SF10.

Pengembangan ini memberi ruang pengaturan kedatangan dan keberangkatan yang lebih fleksibel di Stasiun Bogor. KAI juga berharap distribusi pelanggan ke lebih banyak peron dapat mengurangi penumpukan di satu titik.

Fokus Pengembangan Fungsi Utama Kondisi Sebelumnya Tujuan
Peron jalur 6, 7, dan 8 Mendukung SF12 Maksimal SF10 Mengurangi kepadatan dan menata alur penumpang
Kanopi peron Overcapping Belum dijelaskan secara rinci Menambah kenyamanan saat panas atau hujan

Sudah Diuji Sebelum Dipakai Melayani Penumpang

Peron jalur 6, 7, dan 8 telah melalui uji bersama yang melibatkan tim prasarana, sarana, dan operasi. Pengujian ini dilakukan untuk memastikan kesiapan jalur, peron, listrik aliran atas, sarana KRL SF12, dan pola operasi.

Tahap tersebut melanjutkan uji beban dengan lokomotif pada 29 Juni 2026 dan uji coba operasional KRL pada 1 Juli 2026. Seluruh hasil pengujian menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan pada tahap akhir pekerjaan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan dengan cermat karena keselamatan pelanggan dan keandalan perjalanan menjadi acuan utama. Menurut dia, kesiapan sarana dan prasarana harus berjalan selaras sebelum fasilitas digunakan dalam pelayanan.

Pekerjaan Fisik dan Pembaruan Armada Berjalan Bersamaan

Pengembangan di Stasiun Bogor mencakup perpanjangan jalur dan peron, pekerjaan struktur dan arsitektur, penataan listrik aliran atas, mekanikal dan elektrikal, serta fasilitas pendukung. KAI juga menyiapkan overcapping untuk memberi kenyamanan saat pelanggan menunggu KRL.

Di saat yang sama, pembaruan sarana KRL Commuter Line Jabodetabek terus berlangsung. Program pengadaan mencakup 27 rangkaian baru atau 324 kereta, terdiri atas 11 rangkaian produksi CRRC dan 16 rangkaian produksi PT INKA (Persero).

Berdasarkan pembaruan internal terakhir, 18 dari 27 rangkaian baru atau 216 kereta sudah beroperasi. Rinciannya terdiri atas 11 rangkaian produksi CRRC dan 7 rangkaian produksi INKA.

Sembilan rangkaian produksi INKA lainnya masih melanjutkan tahapan sesuai progres masing-masing sebelum digunakan dalam pelayanan. Seluruh 11 rangkaian CRRC telah dioperasikan bertahap untuk memperkuat layanan Bogor Line dan Cikarang Line.

Pada Juni 2025, dua rangkaian produksi CRRC mulai melayani Bogor Line. Dua rangkaian produksi INKA kemudian mulai beroperasi secara reguler pada Desember 2025 setelah memperoleh sertifikasi keselamatan dan kelaikan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Anne menyebut rangkaian SF12 memberi kapasitas lebih besar dalam satu perjalanan, tetapi manfaatnya baru optimal jika didukung kesiapan peron, jalur, sistem kelistrikan, fasilitas perawatan, petugas, dan pengaturan perjalanan. Selama tahap akhir pekerjaan, KAI bersama KAI Commuter masih menyiapkan alur pelanggan, informasi layanan, dan penempatan petugas di Stasiun Bogor.

Pelanggan juga diimbau memperhatikan informasi perjalanan dan mengikuti arahan petugas di area stasiun. Dengan beban harian yang menembus ratusan ribu pelanggan, KAI ingin tambahan kapasitas benar-benar terasa dalam kelancaran perjalanan di Bogor Line.

Source: money.kompas.com
Berita Terbaru