Bola Trionda Piala Dunia 2026 Harus Dicas, Teknologi Sensor Ini Siap Mengubah Keputusan Wasit

Author: Redaksi Android62

Piala Dunia 2026 akan menampilkan bola yang tidak cukup hanya dipompa, melainkan juga harus diisi daya sebelum digunakan. Bola resmi bernama Trionda itu membawa sensor gerak di bagian dalam untuk melacak pergerakannya secara real-time selama pertandingan.

Teknologi tersebut membuat Trionda menjadi salah satu perubahan paling mencolok di turnamen itu. Bola ini perlu dihubungkan ke sumber listrik sekitar 90 menit sebelum dipakai, lalu baterainya dapat bertahan hingga enam jam setelah penuh terisi.

Sensor Bekerja Bersama Kamera Stadion

Di dalam pertandingan, sensor pada Trionda tidak bekerja sendirian. Data dari bola akan dipadukan dengan kamera yang dipasang di berbagai sudut stadion untuk mendukung semi-automated offside technology milik FIFA.

Sistem ini dirancang agar wasit dapat mengetahui dengan lebih akurat kapan bola dimainkan dan di posisi mana pemain berada pada momen tersebut. Fokus utamanya adalah mengurangi perdebatan pada situasi offside yang selama ini sering memicu kontroversi.

Peran AI Semakin Besar Di Turnamen

Selain bola pintar, FIFA juga menyiapkan penggunaan kecerdasan buatan untuk memindai seluruh pemain yang tampil di Piala Dunia 2026. Hasil pemindaian itu akan dipakai untuk membuat avatar 3D berbasis AI yang menampilkan visualisasi posisi pemain dengan lebih jelas kepada penonton.

Presiden FIFA Gianni Infantino menilai langkah ini sebagai perkembangan besar dalam sistem offside semi-otomatis. Ia menyebut teknologi tersebut dapat menghadirkan visual yang lebih baik, keputusan yang lebih cepat, dan penjelasan yang lebih mudah dipahami oleh semua pihak.

Bukan Teknologi Baru Bagi FIFA

Connected ball seperti Trionda sebenarnya bukan hal baru bagi FIFA. Sistem serupa sudah digunakan di Piala Dunia 2022 di Qatar, Piala Dunia Wanita 2023 di Australia dan Selandia Baru, serta Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat.

Kehadiran teknologi baru ini muncul di tengah perdebatan panjang soal penggunaan alat bantu di sepak bola, terutama sejak VAR digunakan. Mengutip SBS News, survei Football Supporters’ Association pada 2026 terhadap hampir 8.000 penggemar Liga Primer Inggris menunjukkan lebih dari tiga perempat responden menolak penggunaan VAR.

Survei yang sama mencatat lebih dari 90 persen responden menilai VAR telah menghilangkan kegembiraan spontan saat merayakan gol. Para pengkritik menilai teknologi belum sepenuhnya menghapus keputusan kontroversial, melainkan memindahkan perdebatan ke proses peninjauan yang lebih panjang.

Meski pro dan kontra terus berlangsung, FIFA tetap mendorong inovasi di Piala Dunia 2026. Turnamen itu akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dengan 48 tim dan total 104 pertandingan.

Pada akhirnya, sensor di dalam Trionda hanya berfungsi sebagai alat bantu. Bola dapat melacak posisi dengan sangat presisi, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan manusia di lapangan.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru