Borneo FC Wajib Sapu Bersih Sisa Laga, Persita Siap Jadi Penghalang di Segiri

Empat laga terakhir akan menjadi penentu besar bagi Borneo FC, dan lawatan Persita Tangerang ke Stadion Segiri datang pada momen yang sangat sensitif. Di satu sisi, Borneo FC masih menjaga asa di persaingan papan atas BRI Super League 2025/26, sementara di sisi lain Persita datang dengan dorongan baru untuk terus menjauh dari papan bawah.

Borneo FC tidak punya banyak ruang untuk kehilangan poin. Tim asuhan Fabio Lefundes itu saat ini mengoleksi 69 poin dan masih berada dalam persaingan ketat dengan Persib Bandung di puncak klasemen, meski kalah dalam catatan head-to-head.

Situasi tersebut membuat setiap pertandingan terasa seperti final. Fabio Lefundes pun meminta para pemainnya fokus ke satu laga terlebih dahulu dan tetap membidik tiga poin di setiap pertandingan yang tersisa.

Tekanan di papan atas

Kemenangan 1-0 atas Persik Kediri menjadi modal penting bagi Borneo FC sebelum meladeni Persita. Hasil itu menjaga mereka tetap berada di jalur perebutan posisi terbaik hingga akhir musim.

Namun, perjalanan belum selesai. Setelah menghadapi Persita, Borneo FC masih harus menantang Bali United, Persijap Jepara, dan Malut United dalam rangkaian laga yang dinilai akan sangat kompetitif.

Karena itu, Lefundes menekankan pentingnya konsistensi penuh. Ia ingin tim tetap waspada agar momentum yang sudah dibangun tidak hilang di tengah tekanan empat pertandingan terakhir.

Nadeo Argawinata juga melihat situasi ini dengan nada yang sama seriusnya. Kiper Borneo FC tersebut menilai seluruh sisa laga harus diperlakukan sebagai final dan tim wajib menjaga kekompakan, chemistry, serta konsentrasi penuh.

Persita datang dengan energi baru

Di kubu lawan, Persita Tangerang membawa modal yang tidak kalah berarti. Mereka baru saja mengakhiri empat laga tanpa kemenangan lewat hasil 1-0 atas PSIM Yogyakarta.

Aleksa Andrejic menjadi pembuka jalan lewat gol cepat pada menit ke-6, dan keunggulan itu bertahan hingga laga usai. Hasil tersebut memberi napas baru bagi Persita setelah periode yang sulit.

Bek Persita, Javlon Guseynov, bahkan terpilih sebagai pemain terbaik pada pertandingan itu. Pemain asal Uzbekistan tersebut menilai kemenangan lahir dari kerja keras kolektif dan disiplin tim dalam menjalankan instruksi pelatih.

Javlon juga menegaskan bahwa Persita sempat kesulitan meraih poin penuh pada laga sebelumnya, tetapi tim mampu bangkit dengan performa yang lebih kuat. Ia berharap semangat serupa bisa terus berlanjut dalam empat laga tersisa musim ini.

Duel dengan kepentingan berbeda

Pertemuan di Stadion Segiri pada Selasa, 5 Mei 2026, mempertemukan dua tim dengan kebutuhan yang sama-sama mendesak, meski tujuan mereka berbeda. Borneo FC mengejar posisi setinggi mungkin, sedangkan Persita ingin menjauh dari papan bawah dan menutup musim dengan hasil yang lebih baik.

Javlon menegaskan timnya akan terus berjuang meraih poin maksimal. Bagi Persita, setiap angka akan sangat berarti untuk menjaga peluang naik dari papan bawah dan mempertahankan kepercayaan diri.

Di sisi lain, Borneo FC harus menjaga ketajaman di jalur juara agar tidak tersandung pada momen krusial. Dengan modal kemenangan tipis dari laga sebelumnya, duel di Segiri berpotensi berjalan ketat sejak awal.

Kedua tim sama-sama membawa tuntutan tinggi dan bekal yang segar. Sedikit kelengahan saja bisa langsung memengaruhi arah persaingan, baik di papan atas maupun di bagian bawah klasemen.

Berita Terkait