Harga BP 92 di SPBU BP kini mencapai Rp16.670 per liter, membuatnya lebih mahal dibanding Pertamax yang berada di level Rp16.250 per liter. Selisih keduanya tercatat sekitar Rp420 per liter, padahal keduanya sama-sama beroktan 92.
Perubahan harga ini langsung menarik perhatian karena posisi BP 92 kini tidak lagi berada di bawah Pertamax. Bagi pengendara harian, pergeseran tersebut dapat memengaruhi pilihan bahan bakar sesuai kebutuhan kendaraan dan pertimbangan biaya.
Daftar harga terbaru di SPBU BP
Dalam pembaruan harga terbaru, BP juga menaikkan BP Ultimate dari Rp12.930 menjadi Rp17.240 per liter. Sementara itu, BP Ultimate Diesel tidak mengalami perubahan dan tetap dijual Rp25.060 per liter.
Dengan begitu, tiga produk yang tercatat di jaringan SPBU BP kini berada pada level harga yang berbeda-beda. BP 92 menjadi sorotan utama karena kenaikannya paling mencolok dibanding harga sebelumnya.
Perbandingan dengan operator lain
Di jaringan Pertamina, sejumlah produk BBM nonsubsidi juga tercatat dengan harga yang beragam. Pertamax Green 95 berada di Rp17.000 per liter, Pertamax Turbo Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.
Adapun produk yang lebih terjangkau masih ada pada Pertalite di Rp10.000 per liter dan Biosolar di Rp6.800 per liter. Dari operator lain, Shell mencantumkan Shell V-Power Diesel di Rp24.490 per liter, sedangkan VIVO masih menampilkan Revvo 92 di Rp12.390 per liter dan Diesel Primus di Rp30.890 per liter.
Dampak bagi pengguna kendaraan
Selisih Rp420 per liter mungkin tampak kecil jika dilihat per transaksi. Namun, bila konsumsi mencapai sekitar 40 liter per minggu, perbedaan itu tetap bisa menambah pengeluaran bulanan.
Kondisi ini membuat konsumen perlu lebih cermat memilih produk BBM yang sesuai dengan mesin dan pola penggunaan kendaraan. Harga yang bergerak di berbagai operator menunjukkan pasar BBM nonsubsidi masih sangat dinamis.
Pasar masih memberi pilihan
Hingga pembaruan harga terbaru ini, Shell dan VIVO belum mengumumkan penyesuaian harga terbaru. Artinya, konsumen masih memiliki beberapa opsi jika ingin mencari bahan bakar dengan harga yang lebih kompetitif.
Di sisi lain, langkah BP menyesuaikan harga menegaskan bahwa perubahan harga BBM nonsubsidi masih berlangsung di sejumlah jaringan SPBU. Bagi pengguna kendaraan, setiap penyesuaian seperti ini dapat langsung terasa pada biaya mobilitas harian.
Source: moladin.com






