BPBD Kabupaten Ciamis mulai menurunkan tim untuk mengasesmen wilayah yang terdampak kekeringan, menyusul meningkatnya laporan warga yang kesulitan memperoleh air bersih di musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengatakan asesmen dilakukan untuk mengetahui langsung dampak kekeringan dan kebutuhan masyarakat. Hasil pengecekan itu akan dipakai sebagai dasar penanganan daerah terdampak secara lebih tepat.
Di lapangan, BPBD Ciamis telah menyiagakan personel serta empat truk tangki air. Masing-masing armada memiliki kapasitas 5 ribu liter untuk membantu memasok kebutuhan air bersih warga jika diperlukan.
Fokus Awal di Kawasen
Hingga saat ini, laporan yang diterima baru datang melalui Pemerintah Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari. Laporan itu berkaitan dengan kebutuhan air bersih dan lahan yang kering di wilayah tersebut.
Ani menyebut laporan itu masih dikoordinasikan di Banjarsari, termasuk soal tempat penampungan air. Di Desa Kawasen, warga disebut sudah meminta bantuan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari karena dampak kemarau mulai dirasakan.
| Data Kesiapsiagaan | Keterangan |
|---|---|
| Wilayah yang diasesmen | Daerah terdampak kekeringan di Kabupaten Ciamis |
| Laporan awal | Pemerintah Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari |
| Armada siaga | 4 truk tangki air |
| Kapasitas tiap armada | 5 ribu liter |
BMKG Perkirakan Puncak Kemarau Agustus
BPBD Ciamis juga mengacu pada laporan BMKG yang memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus mendatang. Karena itu, warga diminta segera melapor jika membutuhkan air bersih dan menggunakan air secara lebih bijak dalam aktivitas harian.
Langkah asesmen ini menjadi bagian dari upaya antisipasi agar penyaluran bantuan air tidak terlambat saat dampak kekeringan meluas. Dengan kondisi cuaca yang masih kering, kebutuhan air bersih diperkirakan tetap menjadi perhatian utama di sejumlah wilayah rawan.
Source: jabar.antaranews.com






