BPCL Bantah Semut Tertarik E20, Ini Penjelasan Ilmiah di Baliknya

Author: Redaksi Android62

Bharat Petroleum Corporation Limited atau BPCL menegaskan tidak ada dasar ilmiah yang mengaitkan bensin E20 dengan semut yang berkumpul di lubang tangki BBM mobil. Perusahaan pelat merah India itu menyebut klaim yang beredar di media sosial tidak berdasar.

Pernyataan BPCL muncul setelah sebuah video ramai diperbincangkan di media sosial India. Rekaman itu memperlihatkan lubang tangki bensin sebuah mobil dipenuhi semut, lalu memunculkan dugaan bahwa campuran bioetanol dalam E20 menjadi pemicunya.

Di video yang sama, terlihat pula stiker bertuliskan “Up to E20 Petrol Only” pada penutup lubang tangki. Visual tersebut membuat banyak pengguna langsung mengaitkan semut yang berkumpul dengan bahan bakar yang digunakan kendaraan itu.

Penjelasan BPCL soal etanol bahan bakar

BPCL menjelaskan bahwa etanol kelas bahan bakar diproduksi melalui proses fermentasi dan distilasi yang menghilangkan sisa gula dari produk akhir. Perusahaan juga menyebut etanol bahan bakar mengandung zat denaturan yang bersifat mengusir serangga.

Setelah dicampur dengan bensin, aroma hidrokarbon khas bensin tetap lebih dominan dibanding aroma etanol. BPCL menambahkan bahwa bensin campuran etanol juga menghasilkan penguapan bahan bakar yang lebih rendah dibanding bensin konvensional.

Berdasarkan penjelasan itu, BPCL menyatakan tidak ada zat penarik yang teridentifikasi dari bensin E20 yang dapat membuat semut atau serangga lain berkumpul di area lubang tangki BBM kendaraan. Perusahaan menegaskan hubungan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah.

Mengapa video itu cepat dipercaya

Rekaman tersebut memperlihatkan semut tidak hanya di area lubang tangki, tetapi juga menjalar sampai pilar C dan sela-sela komponen mobil. Dalam bagian lubang tangki, semut tampak diam dan hanya sebagian yang terlihat bergerak.

Detail visual itu membuat narasi soal E20 cepat menyebar dan memicu spekulasi di ruang digital. Namun, penjelasan teknis dari BPCL justru menunjukkan bahwa dugaan tersebut tidak terbukti.

E20 sendiri adalah bensin dengan campuran 20 persen etanol dan 80 persen bensin konvensional. Bahan bakar ini merupakan bagian dari program pemerintah India untuk beralih dari bahan bakar fosil ke alternatif yang lebih bersih.

Meski asal video belum diketahui, unggahan itu terlanjur luas dibagikan dan terus memicu perdebatan di kalangan pengguna media sosial. Di tengah derasnya spekulasi, BPCL menekankan bahwa klaim tentang semut yang tertarik E20 tidak dapat dibenarkan secara ilmiah.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru