Kepercayaan publik terhadap sekolah kini semakin ditentukan oleh cara lembaga pendidikan membangun citra di ruang digital. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, menilai sekolah tidak lagi cukup hanya menampilkan dokumentasi kegiatan di situs web atau media sosial.
Menurut Aries, sekolah perlu memiliki strategi branding yang jelas agar keunggulan dan prestasi yang dimiliki benar-benar dikenal masyarakat. Ia menegaskan bahwa arus informasi digital yang sangat deras menuntut sekolah lebih aktif mengelola narasi positif tentang diri mereka.
Tim humas diminta lebih aktif
Aries mendorong setiap sekolah membentuk tim kehumasan yang kreatif, inovatif, dan konsisten memproduksi konten positif. Ia menilai media sosial harus digunakan sebagai sarana membangun kepercayaan publik, bukan sekadar tempat unggahan seremonial.
Ia juga mengingatkan bahwa sekolah kini menghadapi berita negatif yang dapat memengaruhi citra lembaga. Karena itu, sekolah perlu memiliki tim yang mampu mengelola informasi dengan baik dan menyebarkan pesan positif secara berkelanjutan.
Prestasi alumni juga harus diangkat
Dalam forum Media Talkshow School PR Upgrade: Strategi Branding Sekolah di Era Digital di East Java Super Corridor (EJSC) Bakorwil III Malang, Aries meminta sekolah tidak hanya menonjolkan siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri. Ia menilai kisah sukses alumni yang bekerja dan berwirausaha juga layak diangkat sebagai bagian dari prestasi sekolah.
“Kesuksesan alumni di dunia kerja dan wirausaha juga merupakan prestasi sekolah,” ujarnya. Menurut dia, publik perlu melihat bahwa keberhasilan sekolah tidak hanya berhenti pada kelulusan atau penerimaan perguruan tinggi, tetapi juga pada jejak alumni di dunia kerja.
Kolaborasi pendidikan dan media
Forum yang digelar Malang Posco Media itu diikuti sekitar 50 perwakilan dari seluruh jenjang sekolah di Malang Raya. Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar, menyampaikan pandangan serupa dan menilai era digital memang menuntut sekolah memanfaatkan media untuk branding.
Ia juga mengapresiasi langkah Malang Posco Media menggelar kegiatan tersebut bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Bakorwil III Malang. Menurut pihak penyelenggara, kegiatan ini diharapkan memberi gambaran nyata sekaligus pengetahuan baru tentang dinamika branding sekolah.
Direktur Malang Posco Media, Hary Santoso, menyebut kegiatan itu sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan. Ia berharap materi yang disampaikan dapat menjadi ilmu baru dan memberi dampak langsung bagi upaya branding sekolah di lapangan.
Aries pun berharap para peserta memanfaatkan forum tersebut untuk menyerap ilmu dari para narasumber dan membawa pulang gagasan baru ke sekolah masing-masing. Ia mengajak sekolah membangun inovasi di lingkungan sendiri, lalu menyebarkan hal-hal positif kepada masyarakat agar kepercayaan publik terus meningkat.
Source: malangposcomedia.id






