BRI baru merealisasikan pembelian kembali sebanyak 18 juta saham hingga 30 Juni 2026, sementara sisa saham dari program buyback lama mencapai 856.812.300 saham. Angka tersebut berasal dari saham hasil buyback 2022, 2023, dan 2025 yang hingga laporan terakhir belum seluruhnya dialihkan.
Posisi ini membuat buyback 2026 masih terlihat kecil dibandingkan akumulasi saham hasil pembelian kembali sebelumnya. Di tengah kondisi pasar yang mengalami fluktuasi signifikan, perseroan masih memiliki waktu untuk melanjutkan aksi tersebut sesuai periode yang telah ditetapkan.
Sisa Saham Buyback Lama Mendominasi
Sisa terbesar berasal dari program buyback 2022 yang mencatat pembelian kembali sebanyak 647.385.900 saham. Dari jumlah itu, sebanyak 242.298.900 saham telah dialihkan sehingga masih terdapat 405.087.000 saham yang belum dialihkan.
BRI menggunakan pengalihan saham tersebut untuk mendukung program kepemilikan saham bagi pekerja, direksi, dan dewan komisaris. Pengalihan dilakukan dengan tetap mengikuti persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Program buyback 2023 menambah 293.932.300 saham ke dalam persediaan saham hasil pembelian kembali. Hingga laporan disampaikan, belum ada saham dari program tersebut yang dialihkan.
Adapun pada 2025, BRI membeli kembali 157.793.000 saham. Saham hasil buyback itu juga belum dialihkan berdasarkan laporan yang disampaikan perseroan.
Rincian Program Buyback BRI
Perbedaan jumlah saham yang dibeli kembali dan yang telah dialihkan menunjukkan besarnya stok saham hasil program lama. Rincian setiap periode pembelian kembali saham BRI dapat dilihat sebagai berikut.
| Periode | Dibeli Kembali | Sudah Dialihkan | Status |
|---|---|---|---|
| 2022 | 647.385.900 saham | 242.298.900 saham | Sisa 405.087.000 saham |
| 2023 | 293.932.300 saham | Belum ada | Belum dialihkan |
| 2025 | 157.793.000 saham | Belum ada | Belum dialihkan |
| 2026 | 18.000.000 saham | Belum ada | Berjalan hingga 11 September 2026 |
Buyback 2026 Masih Berlangsung
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan tertanggal 15 Juli 2026, BRI menjalankan program pembelian kembali saham saat pasar berfluktuasi signifikan. Periode pelaksanaannya berlangsung paling lama tiga bulan, mulai 12 Juni 2026 hingga 11 September 2026.
Dalam laporan perkembangan Juni 2026, perseroan mencatat sebanyak 18.000.000 saham telah dibeli kembali sampai 30 Juni 2026. Jumlah tersebut masih dapat bertambah karena periode pelaksanaan belum berakhir pada saat laporan disampaikan.
Saham hasil BRI Buyback pada 2026 nantinya akan dialihkan setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham. Pelaksanaannya juga harus mengikuti ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku.
Untuk program 2023, rencana pengalihan mencakup kepemilikan saham bagi pekerja, direksi, dewan komisaris, serta program lain yang mendapat persetujuan OJK. Sementara itu, saham dari program 2025 masih tercatat belum dialihkan dalam laporan tersebut.
Dengan demikian, perhatian terhadap aksi pembelian kembali BRI tidak hanya tertuju pada tambahan 18 juta saham sepanjang Juni 2026. Besarnya sisa saham dari program sebelumnya menjadi bagian penting dari perkembangan Saham BBRI, terutama karena perseroan masih memiliki jadwal pelaksanaan hingga 11 September 2026.
