BRI Peduli memperkuat pengembangan Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, lewat dukungan pada sarana wisata dan edukasi berbasis masyarakat. Bantuan itu diarahkan ke tiga sektor utama, yakni Pusat Edukasi Manasik Haji, Wisata Sumber Gempong, dan Taman Ghanjaran.
Langkah tersebut menegaskan posisi Ketapanrame sebagai desa wisata yang terus tumbuh dan tidak lagi bertumpu pada satu jenis destinasi. Di desa ini, aktivitas wisata, pembelajaran, dan ekonomi warga bergerak saling menguatkan.
Wisata sawah yang ikut menggerakkan ekonomi
Salah satu fokus dukungan BRI Peduli adalah pengembangan Wisata Sawah Sumber Gempong. Kawasan ini dibangun pada 2021 sebagai pengembangan dari Taman Ghanjaran dan berdiri di atas Tanah Kas Desa dengan dukungan Pendapatan Asli Desa, Dana Desa, serta investasi masyarakat.
Daya tarik utamanya terletak pada panorama sawah terasering dan sumber mata air alami. Dari sana, kawasan ini berkembang menjadi tujuan wisata yang ikut memutar aktivitas ekonomi warga melalui usaha dan layanan di sekitarnya.
Taman keluarga yang terus bertambah fasilitas
Selain Sumber Gempong, BRI Peduli juga mendukung pengembangan Taman Ghanjaran yang sudah menjadi pusat wisata keluarga di Ketapanrame sejak 2018. Destinasi ini dibangun di atas Tanah Kas Desa dan terus menambah fasilitas untuk pengunjung.
Sejumlah sarana hadir di area tersebut, mulai dari wahana permainan, kolam renang, pujasera, hingga area swafoto. Pengembangan ini ditujukan untuk memberi kenyamanan bagi pengunjung sekaligus menjaga perputaran ekonomi warga setempat.
Keberadaan Taman Ghanjaran dan Sumber Gempong juga membuka ruang usaha bagi pelaku UMKM, pedagang, dan warga yang terlibat dalam aktivitas wisata desa. Manfaatnya tidak berhenti pada sektor rekreasi, tetapi ikut menopang penghasilan masyarakat sekitar.
Ruang belajar untuk manasik haji
Dukungan lain diarahkan pada pengembangan Pusat Edukasi Manasik Haji. Fasilitas ini disiapkan sebagai sarana bagi masyarakat untuk mengenal rangkaian ibadah haji dengan lebih dekat.
Kehadiran pusat edukasi itu menambah ragam destinasi di Ketapanrame. Dalam konteks desa wisata, fungsi desa meluas, bukan hanya sebagai lokasi rekreasi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran masyarakat.
Program Desa BRILiaN ikut mengangkat nama Ketapanrame
Ketapanrame sendiri telah masuk Program Desa BRILiaN sejak 2021. Program inkubasi BRI itu menekankan kepemimpinan, inovasi, kolaborasi, dan digitalisasi sebagai landasan pengembangan desa.
Keikutsertaan tersebut ikut mengangkat nama Ketapanrame di tingkat lokal. Desa ini meraih Juara II Desa BRILiaN Tahun 2021 berkat potensi wisata, produk unggulan masyarakat, dan pengelolaan usaha desa yang terus berkembang.
Corporate Secretary BRI Dhanny menekankan bahwa pembangunan desa berkelanjutan memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Menurut dia, sarana wisata dan edukasi yang memadai dapat menjadi katalis untuk mengoptimalkan potensi desa dan menciptakan nilai tambah ekonomi bagi warga.
Melalui BRI Peduli, perusahaan berupaya menghadirkan program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan potensi daerah. Dukungan terhadap Ketapanrame diharapkan dapat memperluas manfaat ekonomi dan mendorong tumbuhnya aktivitas produktif di tingkat desa.
BRI juga menilai fasilitas yang telah dikembangkan dapat menjadi modal penting bagi masyarakat untuk terus mengembangkan potensi lokal. Dalam skema ini, desa tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga pusat pertumbuhan yang dibangun bersama melalui partisipasi warga, pemerintah desa, dan dukungan korporasi.







