Gastritis autoimun yang dialami Bryan Johnson menampilkan ironi yang tajam: sosok yang lama dikenal berusaha melawan penuaan justru menghadapi penyakit yang berkembang diam-diam di dalam tubuhnya. Johnson mengungkap bahwa sistem kekebalan tubuhnya menyerang lambung, hingga ia menggambarkannya dengan kalimat, “Perutku sedang memakan dirinya sendiri.”
Pria berusia 48 tahun itu menyebut kondisi tersebut baru ia ketahui pada bulan Mei lalu. Ia juga mengatakan tidak tahu pasti sudah berapa lama gangguan itu berlangsung, karena penyakitnya tumbuh tanpa gejala yang mudah dikenali.
Petunjuk yang Muncul Hanya dari Kekurangan Zat Besi
Menurut Times of India, satu-satunya tanda yang sempat ia sadari hanyalah kadar zat besi yang rendah secara terus-menerus. Gejala itu ternyata tidak langsung mengarah pada diagnosis yang jelas, sehingga penyakitnya dapat berkembang dalam waktu lama.
Johnson menilai kondisi itu berkaitan dengan masa lalu ketika pola makannya tidak sehat. Ia pernah makan sereal manis, minuman soda manis, dan makanan cepat saji, lalu kesehatannya menurun saat menjadi ayah muda dari tiga anak dan membangun bisnis.
Riwayat Kesehatan yang Tidak Sederhana
Ia mengatakan berat badannya sempat naik 40 pon atau sekitar 18 kg dan kemudian mengalami depresi kronis. Setelah itu, tubuhnya disebut mulai mengembangkan proses autoimun yang memengaruhi tiroid, lalu berlanjut ke lapisan perut.
Pada usia 21 tahun, Johnson juga pernah didiagnosis hipotiroidisme yang terkait kekebalan tubuh. Ia menjalani pengobatan harian dan terapi agar tubuhnya berfungsi dengan baik, tetapi penyakit lain disebut berkembang tanpa gejala.
| Fakta | Keterangan |
|---|---|
| Usia Johnson saat pengungkapan | 48 tahun |
| Diagnosis utama | Gastritis autoimun (AIG) |
| Tanda awal yang disadari | Kadar zat besi rendah yang terus-menerus |
| Riwayat lain | Hipotiroidisme yang terkait kekebalan tubuh |
Apa yang Terjadi pada Gastritis Autoimun
Penelitian yang diterbitkan dalam Nature Reviews Disease Primers menjelaskan bahwa pada gastritis autoimun, sel imun menargetkan sel parietal lambung dan menghancurkannya. Sel ini berfungsi menghasilkan asam lambung dan faktor intrinsik untuk penyerapan vitamin B12.
Berbeda dari gastritis biasa yang umumnya terkait infeksi atau iritasi makanan, AIG dipicu serangan imun terhadap pompa proton lambung atau H+/K+ ATPase. Kondisi ini dapat menimbulkan kerusakan permanen, kekurangan nutrisi, anemia, dan peningkatan risiko kanker dalam jangka panjang.
Dari Program Awet Muda ke Masalah Medis yang Serius
Nama Bryan Johnson sebelumnya banyak dibicarakan karena langkah-langkah ekstrem yang ia ambil untuk memperlambat penuaan. Pada 2023, ia ikut prosedur bertukar darah dengan putranya yang berusia 17 tahun di Dallas, Texas, bersama ayahnya dalam upaya yang disebut melibatkan tiga generasi.
Dalam prosedur itu, masing-masing mendonorkan satu liter darah yang kemudian dipisahkan menjadi plasma, trombosit, serta sel darah merah dan putih. Darah tersebut lalu dimasukkan kembali ke tubuh Johnson dengan tujuan meremajakan dan memperbaiki kerusakan sel akibat penuaan.
Di luar prosedur itu, Johnson juga menjalani pola hidup yang sangat ketat. Ia mengonsumsi 1.997 kalori per hari dan menjaga lemak tubuhnya di kisaran 5-6 persen.
Ia bahkan pernah mengklaim jantungnya setara usia 37 tahun, kulitnya 28 tahun, serta kapasitas paru-paru dan kebugarannya seperti anak 18 tahun. Namun, diagnosis gastritis autoimun memperlihatkan bahwa upaya ekstrem sekalipun tidak membuat tubuh kebal dari penyakit yang berkembang perlahan.
Saat ini, Johnson mengatakan tengah mencoba berbagai cara untuk mengatasi kondisinya, termasuk diagnostik baru, kecerdasan buatan, dan eksperimen. Kisahnya kini bergeser dari figur yang identik dengan penolakan terhadap penuaan menjadi pasien yang harus berhadapan dengan penyakit autoimun yang sulit dikenali lebih awal.







