BTN memilih menahan seluruh laba bersih dan menetapkan dividend payout ratio 0% dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar di Menara BTN, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Keputusan itu diambil bersamaan dengan perubahan susunan pengurus, termasuk penunjukan Endra Gunawan sebagai Wakil Komisaris Utama baru.
Kebijakan tanpa dividen tersebut menjadi salah satu sorotan utama karena laba bersih perseroan tidak dibagikan kepada pemegang saham. Seluruh laba akan dipakai untuk memperkuat modal, seiring kebutuhan BTN menghadapi rencana bisnis yang dinilai membutuhkan ruang pendanaan lebih besar.
Fokus BTN pada penguatan modal
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa kebutuhan modal berkaitan dengan rencana pembelian portofolio kredit produktif maupun konsumtif. Ia menyebut nilai transaksi itu mencapai lebih dari 20% ekuitas perusahaan.
Menurut Nixon, pertimbangan tersebut membuat perseroan memilih tidak membayar dividen pada tahun ini. “Jadi akhirnya disepakati, kita tidak membayarkan dividen atau dividend payout-nya 0% di tahun ini, karena memang modalnya dibutuhkan untuk pembelian portofolio tadi,” ujarnya.
Langkah itu juga memberi BTN ruang yang lebih longgar dalam menyiapkan ekspansi. Manajemen menilai perseroan tidak perlu bergantung pada penerbitan surat utang untuk memenuhi kebutuhan pendanaan tersebut.
Endra Gunawan masuk kursi wakil komisaris utama
Di sisi pengawasan, pemegang saham menyetujui Endra Gunawan sebagai Wakil Komisaris Utama BTN yang baru. Jabatan itu sekaligus menggantikan Dwi Ary Purnomo, yang sebelumnya mengisi posisi tersebut.
Endra Gunawan saat ini juga menjabat sebagai Deputi Bidang Peningkatan Nilai BUMN di Badan Pengaturan BUMN. Kehadirannya dalam struktur komisaris BTN dipandang sebagai bagian dari penyegaran di level pengawasan perseroan.
Penggantian tersebut melengkapi perubahan yang disahkan dalam rapat tahunan itu. BTN menilai penyegaran susunan pengurus penting untuk menjaga kesiapan perusahaan menghadapi kompetisi bisnis yang makin ketat.
Sejumlah nama direksi tetap dipertahankan
Selain perubahan di kursi komisaris, BTN juga mempertahankan beberapa nama di jajaran direksi. RUPST menetapkan Nofry Rony Poetra dan Eko Waluyo untuk tetap melanjutkan tugas sebagai anggota direksi.
Keputusan itu menunjukkan adanya kombinasi antara pembaruan dan kesinambungan dalam struktur kepengurusan. BTN tampak ingin menjaga stabilitas manajerial sambil menyesuaikan formasi organisasi dengan kebutuhan bisnis ke depan.
Dwi Ary Purnomo kini berada di posisi lain
Pergantian Wakil Komisaris Utama juga menandai berakhirnya masa Dwi Ary Purnomo di posisi tersebut. Dalam keterangan yang disampaikan, Dwi Ary Purnomo disebut telah aktif menjalankan tugas sebagai Direktur Keuangan di PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja sejak 25 Februari 2026.
Informasi itu memperlihatkan perpindahan peran dalam jajaran pengurus yang kemudian diikuti oleh penunjukan Endra Gunawan. Dengan begitu, BTN menata ulang struktur pengawasannya sejalan dengan arah pengelolaan perusahaan.
Susunan pengurus yang disetujui
Berikut susunan pengurus BTN yang disahkan dalam rapat tersebut:
- Wakil Komisaris Utama: Endra Gunawan
- Direktur Utama: Nixon LP Napitupulu
- Direktur: Nofry Rony Poetra
- Direktur: Eko Waluyo
Dengan komposisi baru dan kebijakan dividen 0%, BTN menunjukkan fokus yang kuat pada penguatan modal serta kesiapan ekspansi kredit. Perseroan menempatkan keputusan itu sebagai bagian dari strategi untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.







