BTR dan EVOS Masih Bisa Mengacaukan, ONIC Tetap Belum Aman di Playoff MPL ID S17

Author: Redaksi Android62

ONIC memang datang sebagai pemuncak klasemen, tetapi jalur menuju gelar MPL ID S17 masih jauh dari kata aman. Dua tim yang paling berbahaya bagi mereka justru berada di sisi bracket yang sama, yakni BTR dan EVOS, sehingga satu hasil pertandingan saja bisa mengubah peta perebutan juara.

Format playoff dengan sistem double elimination juga membuat peluang kejutan tetap besar. Tim yang kalah di upper bracket masih mendapat kesempatan kedua, tetapi satu kesalahan di bracket yang salah bisa membuat langkah langsung terhenti lebih cepat.

ONIC tetap menjadi patokan utama

Sepanjang regular season, ONIC tampil paling konsisten dengan catatan 13 kemenangan dan hanya tiga kekalahan dari 16 pertandingan. Hasil itu memastikan mereka mengamankan upper bracket di posisi teratas.

Kekuatan ONIC juga ditopang pemain berpengalaman seperti Kairi, Sanz, dan Kelra yang pernah menjuarai turnamen internasional. Namun, ada satu catatan penting yang belum terselesaikan, yaitu mereka belum menemukan cara untuk menundukkan BTR di regular season.

BTR dan EVOS sama-sama bisa mengacaukan jalur ONIC

BTR menjadi lawan yang paling sulit diprediksi musim ini. Mereka adalah satu-satunya tim yang mampu mengalahkan ONIC di dua leg regular season, tetapi pada saat yang sama juga sempat kalah dari RRQ yang sedang terpuruk.

Kondisi itu membuat BTR sangat berbahaya di playoff, terlebih jika mereka lebih dulu melewati EVOS. Situasi ini juga terasa lebih sensitif karena EVOS pernah memulangkan BTR di playoff MPL ID Season 16.

EVOS sendiri lolos ke playoff dengan perjuangan panjang setelah mencatat delapan kemenangan dan delapan kekalahan dari 16 laga. Mereka finis di peringkat lima, padahal sempat berada di luar zona playoff.

Modal tersebut menunjukkan mental bertanding EVOS cukup kuat saat berada di bawah tekanan. Jika mampu menekan kesalahan kecil, mereka masih punya peluang besar untuk membuat kejutan.

TLID dan Dewa United membawa cerita berbeda

TLID menjadi salah satu kisah paling mencolok musim ini. Setelah menjadi juru kunci di MPL ID S16, mereka bangkit dan menutup musim di peringkat kedua MPL ID S17.

Performa Aran dan rekan-rekannya juga terlihat stabil pada fase akhir regular season. Beberapa kemenangan atas tim kuat membuat posisi mereka di upper bracket terasa sangat berharga dalam format double elimination.

Dewa United pun datang dengan modal yang cukup solid hampir sepanjang musim. Mereka sempat nyaman di papan atas dan mengamankan tiket playoff dengan baik, meski performanya sempat menurun menjelang akhir regular season.

Sebelum bangkit saat melawan RRQ, Dewa United menelan empat kekalahan beruntun. Artinya, mereka masih perlu menjaga stabilitas jika ingin melangkah lebih jauh dari sekadar peserta playoff.

Geek Fam hadir tanpa beban besar

Geek Fam menjadi tim terakhir yang memastikan tiket playoff setelah menaklukkan NAVI pada laga penting di akhir regular season. Mereka menutup musim di peringkat enam, sebuah posisi yang membuat ekspektasi terhadap mereka tidak setinggi kandidat juara lain.

Justru karena tekanan publik lebih ringan, Geek Fam bisa bermain lebih lepas. Dalam fase playoff yang singkat dan penuh tekanan, tim seperti ini kerap menjadi kuda hitam ketika lawan mulai kehilangan fokus.

Dengan modal momentum positif, Geek Fam masih memiliki ruang untuk mengganggu tim yang lebih diunggulkan. Di sisi lain, daftar enam peserta playoff ini menunjukkan bahwa ONIC memang paling kuat di atas kertas, tetapi BTR, EVOS, dan bahkan tim lain masih punya cukup alat untuk membuat peta persaingan berubah kapan saja.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru