Buah dan Sayur yang Tepat Lebih Menentukan, Ini Pilihan Kaya Flavanol untuk Jantung

Author: Redaksi Android62

Buah dan sayur memang penting, tetapi tidak semua pilihan memberi manfaat yang sama bagi jantung. Penelitian baru menunjukkan bahwa senyawa flavanol di dalam makanan tertentu lebih erat kaitannya dengan perlindungan kardiovaskular dibanding sekadar mengejar total lima porsi buah dan sayur setiap hari.

Temuan ini mengingatkan bahwa pola makan sehat tidak cukup dinilai dari banyaknya porsi yang masuk ke tubuh. Jenis makanan yang dipilih ikut menentukan seberapa besar asupan senyawa pelindung yang benar-benar didapat.

Studi yang dimuat dalam jurnal Food & Function melacak pola makan lebih dari 30.000 peserta di Inggris dan Amerika Serikat. Peneliti dari Universitas Reading, Harvard Medical School, Universitas California Davis, dan Mars, Inc. menggunakan pengukuran biomarker untuk menilai asupan flavanol secara lebih akurat.

Hasilnya, kurang dari satu dari lima peserta mencapai asupan flavanol yang dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung. Banyak orang ternyata masih jauh dari tingkat yang dianggap bermanfaat, meski mereka merasa sudah makan buah dan sayur dalam jumlah yang cukup.

Pilihan yang paling kaya flavanol

Daftar makanan dengan kandungan flavanol tinggi didominasi buah beri, beberapa buah lain, kacang-kacangan, dan teh hijau. Beberapa yang menonjol adalah plum, cranberry, blackberry, teh hijau, kacang fava, ceri, apel dengan kulit, stroberi, blueberry, dan kacang pinto.

Di antara pilihan itu, plum 500 gram tercatat mengandung sekitar 450 mg flavanol. Cranberry 250 gram mengandung sekitar 300 mg, sedangkan blackberry 200 gram sekitar 250 mg.

Teh hijau juga masuk kelompok tinggi dengan sekitar 200 mg flavanol per cangkir 250 ml. Setelah itu, kacang fava 80 gram menyumbang sekitar 140 mg, ceri 400 gram sekitar 130 mg, dan apel dengan kulit 200 gram sekitar 110 mg.

Stroberi 200 gram mengandung sekitar 90 mg flavanol, blueberry 150 gram sekitar 80 mg, dan kacang pinto 40 gram sekitar 70 mg. Susunan ini menunjukkan bahwa buah beri, apel dengan kulit, beberapa kacang-kacangan, dan teh hijau dapat membantu mendekatkan asupan flavanol ke tingkat yang dikaitkan dengan perlindungan jantung.

Mengapa angka 500 mg ikut diperhatikan

Rujukan dari studi COSMOS, yang disebut sebagai uji klinis flavanol terbesar sebelumnya, menunjukkan bahwa asupan harian 500 mg flavanol dikaitkan dengan penurunan signifikan risiko kematian akibat penyakit jantung. Angka ini menjadi patokan penting karena masih belum banyak orang yang mencapainya.

Prof. Gunter Kuhnle dari Universitas Reading menegaskan bahwa pesan lima porsi sehari tetap tepat. Namun, ia menilai yang perlu dipikirkan lebih cermat adalah lima porsi mana yang dipilih agar manfaatnya lebih optimal.

Dr. Javier Ottaviani, penulis utama penelitian, juga menekankan bahwa flavanol dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup. Ia menyebut tambahan sederhana seperti segenggam blackberry, satu apel utuh, atau secangkir teh hijau dapat membantu menaikkan asupan flavanol harian.

Fokusnya bukan hanya jumlah, tapi kualitas pilihan

Banyak orang cenderung menganggap rutin makan buah dan sayur sudah cukup untuk mendukung kesehatan jantung. Padahal, penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pilihan di dalam porsi itu bisa jauh lebih menentukan daripada sekadar menghitung jumlahnya.

Karena itu, pendekatan makan sehat perlu melihat isi piring secara lebih cermat. Dengan memilih buah beri, apel dengan kulit, kacang-kacangan tertentu, dan teh hijau, asupan flavanol harian berpeluang lebih dekat pada tingkat yang dikaitkan dengan manfaat kardiovaskular.

Source: lifestyle.bisnis.com
Berita Terbaru