Buah Naga Bisa Tetap Kecil Dan Hambar, 7 Kekeliruan Perawatan Yang Sering Diabaikan

Buah naga yang kecil dan hambar sering kali bukan disebabkan satu faktor saja. Dalam banyak kasus, masalahnya muncul karena rangkaian perawatan yang tidak pas, mulai dari pemupukan, pemangkasan, penyerbukan, sampai waktu panen yang terlalu cepat.

Ukuran dan rasa buah sangat ditentukan sejak tanaman masih tumbuh vegetatif hingga masuk fase berbunga dan berbuah. Karena itu, buah yang sudah terlanjur terbentuk biasanya hanya memperlihatkan akibat dari kesalahan yang terjadi lebih awal.

Salah satu titik yang paling sering luput adalah kebutuhan nutrisi yang berubah sesuai fase tanaman. Saat buah naga masuk fase generatif, unsur fosfor dan kalium menjadi sangat penting untuk pembentukan bunga, pengisian buah, pembelahan sel, dan pembentukan rasa.

Fosfor membantu memacu bunga dan buah, sedangkan kalium mendukung pembentukan protein, merangsang pembungaan, membesarkan buah, dan menekan kerontokan bunga. Karena itu, pupuk dengan kandungan P dan K tinggi lebih sesuai pada fase ini, seperti TSP, KCl, NPK Booster DGW 12-6-22-3+TE, atau KNO3 Prill yang mengandung 13 persen nitrogen dan 46 persen kalium.

Masalah lain muncul saat pemupukan tidak seimbang atau tidak rutin. Kekurangan nitrogen dapat membuat batang kecil dan ramping, sehingga daya topang tanaman ikut melemah.

Di sisi lain, banyak orang terlalu fokus pada penyiraman dan melupakan bahwa kebutuhan tanaman berubah ketika mulai berbunga. Buah naga muda dan tanaman pada fase vegetatif masih membutuhkan pupuk seimbang, misalnya NPK 15-15-15 atau 16-16-16.

Untuk tanaman muda berumur 1 sampai 3 tahun, pemupukan dapat dilakukan setiap dua bulan sekali. Kompos atau pupuk kandang juga bisa dipadukan untuk membantu menjaga kesuburan tanah.

Bentuk tanaman yang terlalu rimbun juga sering membuat hasil panen mengecewakan. Cabang yang terlalu banyak membagi nutrisi ke terlalu banyak titik, sementara cabang tua dan tunas air yang tidak produktif tetap ikut menyerap hara.

Kalau pemangkasan jarang dilakukan, pembuahan pada sulur utama bisa terganggu. Akibatnya, buah cenderung kecil dan tingkat manisnya tidak berkembang optimal.

Karena itu, pemangkasan rutin setiap tahun diperlukan agar struktur tanaman tetap sehat. Alat pangkas juga perlu tajam dan steril supaya potongan rapi dan risiko penularan penyakit bisa ditekan.

Jumlah buah per sulur jangan dibiarkan berlebihan

Satu sulur idealnya hanya memikul 1 sampai 3 buah. Jika terlalu banyak buah dibiarkan tumbuh pada satu sulur, nutrisi akan terbagi ke semua buah dan hasilnya menjadi kecil serta tidak seragam.

Seleksi bakal buah sebaiknya dilakukan sejak masih kuncup. Pada tahap itu, sisakan 1 sampai 3 bakal buah yang paling sehat di setiap sulur agar pembesaran berlangsung lebih optimal.

Penyerbukan juga memegang peran penting terhadap bentuk dan rasa buah. Bunga buah naga mekar pada malam hari dan biasanya dibantu serangga nokturnal seperti ngengat atau kelelawar.

Masalah muncul saat hujan turun ketika bunga sedang mekar. Serbuk sari bisa rusak atau hanyut, sehingga buah yang terbentuk menjadi kecil, hambar, dan bentuknya tidak sempurna.

Pada musim hujan, kuncup bunga dapat dibungkus plastik sebelum mekar. Penyerbukan buatan juga bisa dilakukan pada malam hari, sekitar pukul 20.30 hingga subuh, dengan kuas kecil untuk memindahkan serbuk sari ke kepala putik.

Drainase dan waktu panen ikut menentukan hasil

Tanah yang terlalu basah juga tidak boleh diabaikan. Curah hujan tinggi dapat membuat kelembapan berlebih, dan drainase yang buruk bisa memicu akar membusuk, tanaman melemah, bunga rontok, serta pembesaran buah terhambat.

Buah naga memerlukan lahan dengan drainase baik atau bedengan untuk mencegah genangan. Saat musim hujan, penyiraman juga perlu dikurangi karena tanaman sudah mendapat cukup air dari hujan.

Mulsa organik seperti jerami atau serpihan kayu bisa membantu menjaga kelembapan tanah lebih stabil. Lapisan ini juga membantu menekan gulma di sekitar tanaman.

Kesalahan terakhir yang sering membuat rasa buah mengecewakan adalah panen yang dilakukan terlalu dini. Buah naga yang dipetik sebelum matang tidak akan menjadi lebih manis setelah dipanen.

Tanda buah siap dipetik terlihat dari warna kulit yang sudah merata, yakni merah mengilap untuk varietas merah atau kuning cerah untuk varietas kuning. Jumbai buah mulai kemerahan, warna hijau berkurang, mahkota bunga mengecil, dan pangkal buah menguncup atau berkeriput.

Buah yang matang juga terasa sedikit lunak, tetapi tidak lembek saat ditekan. Umumnya buah naga siap dipanen sekitar 30 sampai 40 hari setelah bunga mekar, meski ada juga yang menyebut hingga 50 hari.

Buah naga kecil di rumah tidak selalu berarti gagal total. Jika penyerbukan berlangsung sempurna dan tanaman mendapat sinar matahari yang cukup, buah yang tidak besar pun tetap berpeluang terasa manis.

Berita Terkait