Bagi pekerja kota yang butuh kendaraan ringkas, electric unicycle atau EUC kini punya opsi yang jauh lebih masuk akal. Beberapa model masih dibanderol mulai sekitar Rp9 jutaan, tetapi tetap sanggup melaju 20 km lebih, sehingga tidak otomatis kalah menarik untuk kebutuhan berangkat kerja harian.
Kenapa EUC mulai dilirik
Daya tarik utama EUC ada pada bentuknya yang kecil, lincah, dan mudah dibawa saat berpindah tempat. Model seperti ini membantu pengguna yang sering naik turun gedung atau berganti moda transportasi, karena unitnya tidak memakan banyak ruang.
EUC sendiri memakai teknologi penyeimbang otomatis dengan bantuan giroskop pada motor listrik untuk menjaga stabilitas depan dan belakang. Sementara itu, keseimbangan kiri dan kanan tetap bergantung pada pengendara, jadi perangkat ini tetap perlu adaptasi, terutama bagi pengguna baru.
Komponen dasarnya terdiri dari baterai lithium, motor yang terpasang di velg ban, dan pedal lipat. Sejumlah model juga sudah dilengkapi lampu dan trolley handle agar lebih praktis saat tidak dikendarai.
Harga masih lebar, pilihan terjangkau tetap ada
Di pasar, harga EUC disebut berada di kisaran Rp7 jutaan hingga lebih dari Rp30 juta. Dari rentang itu, masih ada sejumlah model yang dianggap cukup terjangkau untuk komuter jarak dekat sampai menengah.
Untuk penggunaan harian, harga bukan satu-satunya pertimbangan. Jarak tempuh, bobot unit, ukuran roda, dan kemudahan dibawa juga menentukan apakah sebuah EUC benar-benar nyaman dipakai setiap hari.
Model yang masih tembus 20 km lebih
Kingsong 14M menjadi salah satu opsi paling murah di kelompok ini dengan banderol sekitar Rp9 juta. Model 14 inci ini berbobot sekitar 13 kg, memakai motor 800W, dan membawa baterai 174Wh-210Wh.
Kecepatan maksimalnya sekitar 20 km/jam, sedangkan jarak tempuhnya berada di kisaran 20-30 km. Ukurannya yang ringkas, troli bawaan, serta kemampuan menanjak 25-30 derajat membuatnya cocok untuk komuter pemula.
InMotion V5F dipasarkan sekitar Rp9,9 juta dan juga masuk daftar pilihan populer untuk mobilitas ringan di kota. EUC 14 inci ini memakai motor 550W dan baterai 320Wh.
Model tersebut mampu melaju hingga 25 km/jam dengan jarak tempuh sekitar 35-40 km. Bobotnya sekitar 11,9 kg dan kapasitas bebannya mencapai 120 kg, sehingga masih menarik untuk pekerja yang mencari perangkat portabel.
Pilihan yang lebih ringkas atau lebih jauh
GotWay MTen3 berada di kisaran Rp13,9 juta dan menonjol karena sangat mudah dibawa. Dengan ban 10 inci dan bobot sekitar 10-11 kg, model ini termasuk sangat ringkas di kelasnya.
Di balik ukuran mini itu, MTen3 memakai motor 800W dan baterai 84 V/512 Wh. Kecepatan puncaknya sekitar 35-40 km/jam untuk penggunaan santai dan mobilitas singkat di area perkotaan.
Begode A2 New Version berada di sekitar Rp16,9 juta dan menyasar pengguna yang ingin tenaga lebih besar. Model 15 inci ini membawa motor 1000W, kecepatan tertinggi sekitar 38-45 km/jam, serta jarak tempuh sekitar 50-60 km.
Karakter tersebut membuat A2 New Version lebih fleksibel untuk komuter rutin atau perjalanan harian yang tidak terlalu pendek. Model ini juga disebut memiliki ketahanan air yang tinggi, sementara versi baru yang kerap disebut A2+ membawa pembaruan motherboard untuk mengatasi persoalan cutout pada batch awal.
Mana yang paling masuk akal untuk komuter
Untuk perjalanan dekat, Kingsong 14M dan InMotion V5F tampak paling rasional karena sama-sama menawarkan bobot yang relatif ringan dan jarak tempuh minimal 20 km. Keduanya masih memenuhi kebutuhan dasar mobilitas harian tanpa terasa terlalu berat untuk dibawa.
Jika yang dicari adalah cadangan jarak lebih panjang atau mobilitas yang lebih fleksibel, GotWay MTen3 dan Begode A2 New Version memberi ruang lebih besar. Pilihan akhirnya tetap bergantung pada rute perjalanan, kebutuhan membawa unit, serta kenyamanan terhadap ukuran roda dan bobot kendaraan.
