Bagi banyak lulusan muda, pertanian modern kini terlihat jauh lebih menarik karena bidang ini tidak lagi berhenti di kebun atau sawah. Di dalamnya ada teknologi, riset, pemasaran, pengolahan produk, dan pengelolaan bisnis yang nilainya besar.
Perubahan itu membuat sektor pertanian punya daya tarik baru di mata Gen Z. Yang dicari bukan hanya pekerjaan, tetapi juga ruang untuk membangun solusi, efisiensi, dan produk dengan nilai jual lebih tinggi.
Teknologi membuat pertanian bekerja seperti industri modern
Founder Rejo Farm di Yogyakarta, Dimas Christy Kusuma Putra, menegaskan bahwa pertanian masa kini sudah jauh lebih kompleks daripada sekadar urusan budidaya. Ia menyebut sektor ini sebagai bisnis bernilai triliunan rupiah yang menuntut kemampuan teknis, manajerial, dan komersial sekaligus.
Struktur kerjanya pun mirip perusahaan teknologi. Ada tahap praproduksi berbasis riset, budidaya yang dikelola secara profesional, lalu pascaproduksi yang fokus pada diversifikasi produk dan pemasaran.
Lulusan dari banyak jurusan punya tempat
Pertanian modern tidak membatasi peluang hanya untuk lulusan pertanian. Dimas menjelaskan bahwa sektor ini membutuhkan peran seperti CEO untuk arah bisnis, CTO untuk teknologi lahan, tim riset untuk mengoptimalkan hasil, dan tim marketing untuk memperluas pasar.
Karena itu, ruang kerjanya terbuka bagi banyak latar belakang pendidikan. Teknik, kimia, biologi, IT, elektro, mekatronika, komunikasi, hingga pemasaran sama-sama punya peluang masuk ke ekosistem ini.
Lulusan teknik dibutuhkan untuk menekan biaya
Salah satu peran yang paling penting datang dari bidang engineering. Di Rejo Farm, engineer membantu merancang green house, sistem irigasi otomatis, dan utilitas air agar biaya produksi bisa ditekan.
Dimas bahkan menyebut tenaga engineering sebagai orang pertama yang ia tugaskan untuk merancang utilitas. Langkah itu menunjukkan bahwa efisiensi teknis punya dampak langsung pada cost produksi dan keuntungan usaha.
Kimia dan biologi sama pentingnya di lapangan
Lulusan kimia punya ruang yang luas karena pupuk menjadi bagian besar dari bisnis pertanian. Dimas menilai orang kimia paling paham soal pupuk, sementara komoditas ini sendiri bernilai triliunan rupiah di Indonesia.
Peran mereka tidak berhenti di laboratorium. Mereka bisa merumuskan pupuk organik cair, pestisida nabati yang aman, hingga hormon pemacu pertumbuhan tanaman.
Di sisi lain, lulusan biologi berfungsi menjaga ekosistem tetap sehat. Dalam integrated farming, mereka memastikan mikroba yang berkembang adalah probiotik yang menguntungkan, bukan patogen penyebab penyakit.
Tim biologi juga terlibat dalam identifikasi hama, pengembangan agens hayati, dan bioteknologi sederhana untuk mendukung kualitas panen. Dengan begitu, pertanian modern tidak hanya mengejar jumlah produksi, tetapi juga kestabilan sistem budidaya.
Nilai tambah muncul setelah panen selesai
Daya tarik lain dari pertanian modern ada pada kemampuan mengolah hasil panen menjadi produk baru. Sektor ini tidak lagi berhenti pada penjualan bahan mentah, melainkan membuka peluang diversifikasi yang nilainya lebih tinggi.
Dimas mencontohkan papain dari getah pepaya yang nilainya bisa lebih mahal daripada buahnya. Enzim ini dipakai di industri farmasi dan kosmetik, sementara lidah buaya bisa diolah menjadi masker wajah dan lele dapat diproses menjadi makanan siap saji berkualitas tinggi.
Gen Z cocok di sisi branding dan teknologi
Karakter Gen Z dinilai pas untuk bagian pemasaran. Pertanian modern kini tidak hanya menjual komoditas, tetapi juga pengalaman, cerita, dan citra produk, termasuk lewat wisata petik yang membuat pengunjung rela membayar lebih mahal.
Di titik ini, kemampuan branding, pengelolaan konten, dan pendekatan visual menjadi sangat penting. Kebiasaan Gen Z yang akrab dengan ruang digital justru menjadi modal untuk mengangkat nilai produk pertanian.
Teknologi juga membuat sektor ini semakin relevan bagi generasi muda. Rejo Farm sudah memakai Internet of Things untuk memantau kelembaban, pH, nitrogen, fosfat, dan kalium secara real-time.
Kebutuhan itu membuka ruang kerja bagi lulusan IT, teknik elektro, dan mekatronika untuk membuat sensor tanah otomatis, sistem irigasi pintar, dan teknologi pemetaan lahan seperti drone. Precision farming pun menjadi dasar penting karena penggunaan air dan pupuk bisa dibuat lebih efektif, sementara produktivitas dan pengelolaan lahan berjalan lebih presisi.
Di tengah kebutuhan manusia yang tidak pernah lepas dari pangan dan bahan alami untuk kesehatan, pertanian modern tampil sebagai sektor yang terus relevan. Bagi Gen Z, bidang ini kini menjadi ruang baru tempat teknologi, sains, bisnis, dan kreativitas bertemu dalam satu industri.







