Bagi Marc Marquez, hasil finis di Mugello bukan satu-satunya kabar penting dari akhir pekan itu. Justru yang paling melegakan adalah bahu kanannya sudah bisa dipakai balapan penuh tanpa lagi memberi sensasi mati rasa seperti sebelumnya.
Pebalap Ducati Lenovo itu menilai balapan di Italia menjadi ujian nyata bagi tubuhnya setelah operasi ganda dan masa absen di beberapa seri. Ia ingin melihat bagaimana respons fisiknya ketika dipaksa bekerja sepanjang akhir pekan MotoGP, dan hasilnya memberi sinyal yang jauh lebih baik dari yang ia khawatirkan.
Ujian fisik yang paling ditunggu
Marquez memandang Mugello sebagai kesempatan untuk mengukur kondisi pemulihannya secara langsung. Selama ini, bahu kanan menjadi bagian yang paling mengganggu, sehingga bisa menyelesaikan lomba tanpa mati rasa menjadi pencapaian yang lebih berarti baginya.
Perubahan sensasi di lengan dan bahu itu membuatnya percaya bahwa prosedur medis yang dijalani memang berjalan sesuai harapan. Dalam situasi seperti itu, angka finis tidak lagi berdiri sendirian sebagai ukuran utama.
Masih bisa bersaing di lintasan
Dari sisi performa, Marquez tetap menunjukkan daya saing sejak awal akhir pekan. Ia bahkan memulai balapan dari posisi keempat setelah tampil baik di sesi kualifikasi.
Di lintasan, ia sempat terlibat duel ketat dengan Pedro Acosta dan menunjukkan kecepatannya belum hilang meski baru kembali dari masa pemulihan. Namun, menjelang akhir lomba kondisi fisik mulai membatasi langkahnya.
Marquez kemudian kehilangan posisi dari Acosta, Ai Ogura, dan Fabio Di Giannantonio. Meski begitu, ia tetap menganggap balapan ini sebagai langkah maju karena bisa bertahan sampai garis akhir dalam kondisi yang belum sepenuhnya ideal.
Saat stamina mulai menurun
Pebalap sembilan kali juara dunia itu mengakui dirinya sempat sangat kelelahan di tengah balapan. Ketika melihat papan informasi tim dan menyadari masih ada 10 lap tersisa, ia merasakan frustrasi kecil di tengah usaha menjaga ritme.
Meski begitu, ia tidak memilih menyerah pada situasi tersebut. Marquez tetap berusaha bertarung, meski sadar peluang mempertahankan posisi akan makin berat ketika stamina terus menurun.
Bagi Marquez, yang penting adalah terus memberi perlawanan sampai tubuhnya benar-benar tidak mampu lagi. Sikap itu menjadi bagian dari prosesnya menguji batas fisik setelah operasi dan masa pemulihan yang panjang.
Kondisi yang jadi perhatian utama
Marquez juga menyinggung cedera kaki yang dialaminya setelah kecelakaan di Le Mans. Namun, ia menilai masalah pada kaki itu tidak seberat gangguan di bahu kanan yang selama ini paling menentukan.
Ia menegaskan kaki kanannya memang belum pulih 100 persen, tetapi kondisi tersebut tidak menjadi hambatan berarti saat mengendarai motor. Fokus utama pemulihannya tetap tertuju pada bahu kanan, bukan kaki.
Sebelum tampil di Mugello, Marquez sebenarnya sudah merasa siap untuk turun sejak seri Catalunya di Montmelo. Hanya saja, bahu kanan tetap menjadi perhatian besar bagi dirinya dan tim, sehingga balapan di Italia berubah menjadi tes yang jauh lebih penting.
Pada akhirnya, Marquez memang gagal menembus lima besar di Mugello. Namun ia pulang dengan satu kabar yang lebih bernilai baginya, yaitu tubuhnya mulai memberi respons yang ia butuhkan untuk kembali bersaing penuh di MotoGP.
Source: otomotif.kompas.com